Senin, 08 Juni 2026 | 10:52
NEWS

Debit Air Masih Tinggi, Puluhan Ribu Warga Sintang Masih Mengungsi

Debit Air Masih Tinggi, Puluhan Ribu Warga Sintang Masih Mengungsi
Banjir di Sintang, Kalbar (Dok Istimewa)

ASKARA - Banjir masih terjadi di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (13/11).

Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, debit air masih tinggi meski mengalami penurunan 10 hingga 15 sentimenter pada Jumat (12/11).  

Wargapun terpaksa warga bertahan di pos pengungsian.

Petugas BPBD Kabupaten Sintang Fidelis Asdi mengatakan, banjir masih merendam 12 kecamatan yang disebabkan meluapnya debit air Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. 

Diketahui, wilayah Kabupaten Sintang berada di pertemuan dua sungai besar itu atau biasanya disebut ‘sakatiga’.

“Sampai dengan hari ini, kondisi debit air turun yang terpantau di Sungai Kapuas dan Melawi,” kata Fidelis dalam keterangannya, dikutip Minggu (14/11). 

Pihaknya, kata Fidelis, selalu memonitor kondisi ketinggian air di sekitar dua kawasan sungai besar tersebut. Situasi banjir yang merendam beberapa kecamatan ini masih menyebabkan sebagian warga mengungsi ke pos pengungsian.

Di msisi lain, BPBD telah mengoperasikan lima pos lapangan untuk melayani kebutuhan dasar warga, seperti asupan makanan dan pelayanan kesehatan. 
Kelima pos lapangan berada di kawasan Tugu Bambu, Pos Lantas, Media Center, Ujung Jembatan Kapuas dan Kantor Camat Sintang, sedangkan pos komando berada di Kantor BPBD Kabupaten Sintang.

“Kami setiap hari melakukan pelayanan di pos lapangan,” ucapnya.

Berdasarkan data hingga hari Sabtu sore, sebanyak 10.381 kepala keluarga atau 33.221 jiwa masih mengungsi. Mereka berasal dari 9 kecamatan yang terdampak banjir sejak 21 Oktober 2021 lalu. Warga yang mengungsi tersebar di 32 pos pengungsian yang dioperasikan BPBD setempat.

Pos pengungsian tersebut didukung 24 dapur umum yang dioperasikan tim gabungan di bawah komando BPBD Kabupaten Sintang. 

BPBD menyebutkan sejumlah pos pengungsian maupun dapur umum ini tersebar di 12 kecamatan, khususnya titik-titik yang aman dari genangan air.

Sementara itu, jumlah populasi terdampak, BPBD Kabupaten Sintang mencatat sebanyak 29.623 KK atau 88.148 jiwa. Masyarakat terdampak ini tersebar di 12 kecamatan, antara lain Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian dan Kelam Permai.

Pantauan BPBD setempat menyebutkan wilayah yang terdampak paling tinggi berada di Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir dan Sintang. Banjir yang melanda banyak kecamatan ini telah menelan korban jiwa dua orang dan kerugian material seperti jembatan rusak berat sebanyak 5 unit dan rusak sedang 1 unit.

Menyikapi kondisi sejak awal terjadinya banjir, pemerintah daerah yang dipimpin oleh BPBD Kabupaten Sintang telah melakukan upaya penanganan darurat bencana. 

Pemerintah daerah pun telah melakukan perpanjangan status tanggap darurat untuk bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor hingga 16 November 2021.

"Di sisi lain, BNPB terus melakukan manajemen darurat pos komando di kabupaten ini," tandasnya.

Komentar