Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:48
NEWS

Pertama Kali, Indonesia Terima Vaksin dari Selandia Baru

Pertama Kali, Indonesia Terima Vaksin dari Selandia Baru
Ilustrasi vaksin corona (Fresh Daily)

ASKARA - Sebanyak 684.400 dosis Vaksin AstraZeneca diterima Indonesia dari Selandia Baru melalui skema kerja sama dose-sharing, Senin kemarin (25/10).

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, ini merupakan pertama kalinya Selandia Baru melakukan kerja sama dose-sharing vaksin dengan Indonesia. 

Dikatakan Retno, pengiriman vaksin tersebut merupakan bagian komitmen Selandia Baru untuk mendukung vaksinasi Covid-19 di kawasan Asia dan Pasifik, di mana mayoritas kerja sama dilakukan dengan Indonesia.

Menurut Retno, ketika Indonesia mengalami peningkatan kasus Covid-19 beberapa waktu lalu, Selandia Baru juga mengirimkan peralatan medis seperti ventilator dan rapid test, serta memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas tes Covid-19 kepada Lembaga Eijkman.

"Untuk kolaborasi dan kerja sama yang diberikan selama pandemi ini, atas nama pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah dan rakyat Selandia Baru. Tena koutou, Aotearoa! Terima kasih, Selandia Baru," ujar Retno, dikutip Selasa (26/10).

Retno juga mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir. Pada periode 17-23 Oktober, kasus global naik sebesar 2 persen dan kematian juga naik sebesar 0,9 persen dibanding pekan yang lalu. Sementara, kawasan Asia Tenggara mencatatkan penurunan kasus sebesar -15,5 persen dari pekan sebelumnya.

Data menunjukkan, 9 negara ASEAN mengalami penurunan kasus. Kenaikan kasus hanya terjadi di Singapura, sekitar 15 persen dari pekan lalu. Di Indonesia sendiri, kasus baru menurun sebesar -23 persen dalam pekan terakhir.

Sementara pada beberapa hari terakhir, positivity rate nasional turun di bawah angka 1 persen dengan penambahan kasus harian di bawah 1.000 kasus; dan lebih dari 182 juta dosis vaksin Covid-19 sudah disuntikkan.

Meski tingkat vaksinasi Indonesia terus meningkat, namun masyarakat tetap harus waspada. Retno mencontohkan kenaikan kasus di Eropa belakangan ini, yang mencatat tingkat vaksinasi sekitar 111,55 persen.

"Kewaspadaan harus tetap tinggi dan protokol kesehatan harus tetap dijalankan," katanya.

Retno menyatakan, pemerintah akan terus memantau dari dekat perkembangan Covid-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk kemungkinan munculnya varian-varian baru, dan memastikan penanganan situasi Covid-19 di dalam negeri tetap berjalan baik.

Untuk itu, Retno mendorong masyarakat turut mengambil peran aktif dalam percepatan program vaksinasi, sambil terus menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

"Mari kita bersama-sama kampanyekan vaksinasi dan protokol kesehatan. Dua sisi dari mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Ayo vaksinasi. Terus jalankan protokol kesehatan," tandas Retno.

Komentar