Ditegur PDIP Gegara Dukung Ganjar Pranowo Jadi Capres, Albertus Sumbogo: Semakin Kami Ditekan, Semakin Melawan
ASKARA - PDIP saat ini sedang diterpa kisruh di internal. Hal itu lantaran adanya deklarasi dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi Calon Presiden (Capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Bahkan, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto (Pacul) menyebut kader yang deklarasi dukungan capres sebelum ada arahan Megawati Soekarnoputri sebagai barisan Celeng.
Lantas, istilah Banteng vs Celeng pun muncul untuk membedakan antara kader yang taat pada DPP dan yang mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024.
Salah seorang kader PDIP yang mendukung Ganjar Pranowo mengikuti kontestasi Pilpres 2024 adalah Wakil Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Purworejo, Albertus Sumbogo.
Namun, dukungan terhadap Ganjar Pranowo itu rupanya berbuah teguran dari DPP PDIP. Albertus pun dipanggil Badan Kehormatan DPP PDIP, Jumat (15/10) lalu.
"Saya diperingatkan secara lisan terkait dengan kedudukan struktural saya di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo. Bagi saya ini membingungkan, di satu sisi peran partai dan kader partai diminta untuk menampung aspirasi masyarakat. Sedangkan di sisi lain struktural partai dilarang deklarasi dukungan atas aspirasi tersebut," kata Albertus Sumbogo, Senin (18/10).
Albertus Sumbogo pun bergeming. Dia mengaku akan terus menyuarakan Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024.
"Peringatan lisan akan semakin menstrukturisasi gerakan dukungan kepada Pak Ganjar Pranowo untuk dapat menjadi Capres 2024. Semakin kami ditekan, kami akan semakin melawan," ujarnya.
Albertus Sumbogo menyebutkan, dirinya merasa prihatin atas sebutan 'celeng' yang dikatakan oleh Bambang Wuryanto (Pacul). Namun, dia menilai ucapan Bambang Pacul soal celeng itu justru semakin membakar semangatnya bersama kader lainnya untuk mendukung Ganjar Pranowo maju dalam Pilpres 2024.
"Teman-teman membuat satire atau meme (logo Celeng Merah dengan taring putih dan tulisan Barisan Celeng Berjuang) itu (karena) tersinggung. Namun meskipun dianggap celeng tetap harus berjuang untuk kebenaran dan nuraninya," pungkasnya.

Komentar