Selasa, 30 November 2021 | 13:22
OPINI

Mang Ucup Mohon Maaf

Mang Ucup Mohon Maaf

Oleh: Mang Ucup *)

Kata maaf adalah kata yang langka di ucapkan dan kalau diucapkan pun hanya sekedar secara ritual saja setahun sekali ialah pada saat Lebaran saja sebagai pemanis bibir - just lip service only.

Perkataan maaf bisa diartikan sebagai mengakui kesalahan, penyesalan, bertanggung jawab, ingin menebus kesalahan, bersedia menerima konsekuensinnya.

Namun kita mengucapkan kata maaf pada umunya, karena ingin di ampuni bahkan kalau bisa langsung dilupakan saja. Kata maaf juga bisa dijadikan pagar sebelumnya kita di tegur terlebih dahulu.

Banyak perkawinan maupun persahabatan kandas, karena kita lupa ataupun tidak mau minta maaf! Apakah kalau kita minfa maaf itu, derajat dan martabat kita jadi turun?

Kata maaf sering diberikan embel-embel bumbu tambahan untuk mengurangi rasa bersalah kita misalnya mohon maaf terlambat, karena jalannya macet !

Banyak orang mengharapkan dengan hanya sekedar satu kata maaf saja sudah berarti finish alias lunas, namun mereka tidak memikirkannya betapa sakitnya perasaan orang yang pernah disakitinya.

Pada umumnya hanya orang yang lebih rendah status maupun usianya saja yang mau dan bersedia minta maaf, sedangkan yang lebih tua merasa gengsi apabila kita harus minta maaf kepada orang di bawah kita. Apa kata dunia?

Jawablah sendiri apakah Anda pernah minta maaf kepada PRT atau supir Anda? Boro-boro kepada PRT terhadap istri di rumah saja tidak pernah sekalipun juga mau mengucapkan perkataan maaf.

Berapa banyak orang yang meninggalkan pasangannya tanpa sepatah katapun ada ucapan kata maaf, apakah mereka itu tidak punya hati maupun perasaan?

Banyak orang tidak mengetahui The Power dari kata maaf tersebut, bukan saja kita bisa melepaskan beban pikiran kita, namun kita juga bisa memberikan ketenangan terhadap orang yang kita sakiti.

Saya sendiri sering mengucapkan kata maaf kepada Mbak Wied (istri) yang usianya 25 tahun jauh lebih muda daripada saya.

Apabila orang yang kita mohon maaf tidak mau menjawab hanya sekedar membisu no comment & no action, berarti orang tersebut belum bisa dan belum mau memaafkan kita. Padahal dalam Alkitab tercantum agar kita harus bersedia dan mau untuk saling memaafkan.

Saya juga tidak sungkan untuk mengaku salah maupun mengucapkan kata maaf kepada putera-putri saya, bahkan terhadap supir maupun PRT. Misalnya Punten mohon dibawakan piring.

Dengan rangkap tangan dua saya mohon maaf, apabila secara langsung ataupun tidak langsung telah membuat para Friends di sini menjadi tersinggung karena oret-oretannya Mang Ucup. Maturnuwun  dan please jaga kesehatan Mang Ucup.

*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar