Rabu, 29 September 2021 | 00:43
NEWS

Bansos Warga Depok Dipotong Rp50 Ribu, Polisi Langsung Turun Tangan

Bansos Warga Depok Dipotong Rp50 Ribu, Polisi Langsung Turun Tangan
Penjelasan pihak RT dan RW Kelurahan Beji Depok Soal Bansos dipotong (tangkapan layar)

ASKARA - Polres Metro Depok turun tangan menyelidiki kasus pemotongan dana bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp50 ribu di Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. 

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap terhadap pengurus lingkungan di RW 05 Beji, Kota Depok itu.

"Sementara masih dalam lidik. Kita ambil keterangan dari warga, semua masih dalam proses,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes, Jumat (30/7). 

Dikatakan Yogen, pemeriksaan kepada pengurus RW dan sejumlah pihak dilakukan untuk memberikan klarifikasi terhadap peristiwa tersebut. 

Polisi juga akan menggelar kasus ini setelah selesai meminta keterangan dari pengurus lingkungan dan warga.

“Jadi, memang sudah kita panggil beberapa warga dan Ketua RW. Nanti akan kita gelar untuk menentukan kasus ini, yang jelas masih on progress,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua RW 05, Beji, Kota Depok, Kuseri, mengatakan bahwa dana Rp50 ribu yang diambil dari bantuan sosial tunai (BST) sebesar RP 600 ribu ini, digunakan untuk perbaikan mobil ambulans dan program kain kafan gratis di lingkungannya.

“Ini donasi yang sudah berjalan, bukan hanya sekarang dalam menghadapi pandemi kita semua swadaya bersama masyarakat termasuk bikin sembako dan sekarang kita sedang sampai urusan nyari untuk oksigen,” ujar Kuseri.

Soal perbaikan ambulans, Kuseri mengungkapkan biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit dan cukup besar, menyentuh angka Rp 6,5 juta. Ambulans tersebut mengalami turun mesin karena memiliki mobilitas tinggi.

“Sebelumnya kami sudah mensosialisasikan lewat RT, tolong kita nanti mohon ada bantuan donasi ambulans kita yang turun mesin, seher, ganti aki, dan lain-lain yang butuh Rp 6,5 juta,” tandasnya.

Komentar