Selasa, 28 September 2021 | 11:41
NEWS

Mendagri Tito: Makan Tanpa Banyak Bicara, 20 Menit Cukup

Mendagri Tito: Makan Tanpa Banyak Bicara, 20 Menit Cukup
Mendagri Tito Karnavian (Fajar.co.id)

ASKARA - Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diputuskan pemerintah diikuti dengan sejumlah pelonggaran aturan yang sebelumnya sangat diperketat bahkan tidak diperbolehkan.

Salah satu kegiatan yang dilonggarkan adalah dibukanya kembali restoran atau tempat makan. Namun, pengunjung dibatasi hanya 20 menit makan di tempat (dine in) yang sebelumnya dilarang atau hanya bisa dibawa pulang.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, waktu makan selama 20 menit untuk pengunjung yang menyantap makanan di tempat sudah sangat cukup. Hal itu agar pengunjung tak lama-lama di sebuah warung makan demi meminimalkan penularan Covid-19.

"Prinsipnya saya kira 20 menit cukup bagi kita untuk makan di suatu tempat," kata Tito, saat jumpa pers secara virtual dari Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/7). 

Mantan Kapolri itu yakin pembatasan waktu dine in di warung makan ini bisa dilaksanakan sepanjang masyarakat dan aparat bisa bekerja sama dengan baik. Tanpa adanya dukungan masyarakat, kebijakan itu pun tidak akan berjalan.

"Eksekusinya tentu kita sangat berharap kepada para penegak aturan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, Satpol PP, kemudian didukung rekan-rekan Polri dan TNI, serta pelaku usahanya sendiri dan juga sekaligus kepada masyarakat. Jadi memang ada tiga pihak yang penting untuk bisa efektifnya berlaku aturan ini," terangnya. 

Tito berharap masyarakat dapat memahami kebijakan itu, semata-mata hanya untuk meminimalkan penularan virus corona. Pada umumnya, sebagian masyarakat kerap ngobrol ataupun berlama-lama di suatu tempat makan.

"Itu pun sudah ada dalam PPKM, Instruksi Mendagri, upayakan tidak membuat aksi atau kegiatan yang membuat terjadinya droplet, aerosol bertebaran, seperti mengobrol keras, tertawa keras. Mungkin kedengaran lucu, tapi di luar negeri, di beberapa negara lain sudah lama diberlakukan itu. Jadi makan tanpa banyak bicara dan kemudian 20 menit cukup. Setelah itu memberikan giliran kepada anggota masyarakat yang lain," tandasnya.

Komentar