Kamis, 04 Juni 2026 | 09:03
NEWS

Pemerintah dan Ulama Samakan Persepsi Antisipasi Lonjakan Aktivitas Masyarakat

Pemerintah dan Ulama Samakan Persepsi Antisipasi Lonjakan Aktivitas Masyarakat
Moeldoko (Dok Republika)

ASKARA - Untuk menyamakan persepsi dalam mengantisipasi lonjakan aktivitas serta mobilitas masyarakat jelang Idul Adha 1442 Hijriah, Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar dialog dengan para ulama terkemuka secara daring, Kamis kemarin (15/7). 

Kepala Staf Presiden Moeldoko menuturkan, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri dalam penanganan Covid-19. Dibutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk para ulama.

“Kita ingin menyampaikan bahwa pemerintah dalam menghadapi situasi pandemi ini tidak bisa sendirian, partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan," ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (16/7). 

"Karena itu kami mengundang para tokoh agama untuk turut berpartisipasi dalam penanggulangan Covid-19,” sambungnya.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menkopolhukam Mahfud MD dan sepuluh ulama dari penjuru Indonesia.

Kesepuluh ulama tersebut di antaranya, Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan, Prof Dr Azyumardi Azra, KH Ust. Das’ad Latif, KH. Ahmad Muwafiq, Nyai Badriyah Fayumi, KH. Cholil Nafis, Ust. Yusuf Mansur, Prof Dr Abdul Mu’ti ,Gus Reza Ahmad Zahid dan Prof Dr Masyitoh Chusnan.

Adapun tujuan dari dialog ini untuk menjalin komunikasi yang erat dan terbuka antara pemerintah sebagai umaro dengan ulama untuk menumbuhkan sikap saling percaya satu dengan yang lain.

Di samping itu, pemerintah juga ingin mendapatkan input dari masyarakat, berkenaan penanganan pandemi serta implementasi PPKM Darurat.

“Kita juga ingin mengajak para tokoh agama untuk membangun narasi publik yang positif dan konstruktif sebagai pembentuk opini publik dalam rangka meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kehendak masyarakat dalam menekan lonjakan kasus Covid-19,” tandasnya.

Komentar