Minggu, 07 Juni 2026 | 20:48
NEWS

Anies: Kematian Itu Tak Sekadar Angka Statistik

Anies:  Kematian Itu Tak Sekadar Angka Statistik
Gubernur Anies Baswedan lihat langsung proses pamakaman Covid-19

ASKARA – Para keluarga pasien Covid-19 yang baru saja memakamkan jenazah di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (23/6). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berada dekat di dekat warga yang berduka kehilangan anggota keluarganya karena corona merasakan keharuannya.

Para keluarga pasien Covid-19 juga meneteskan air mata saat dihampiri Anies Baswedan. Di mana mereka baru saja memakamkan anggota keluarganya yang wafat akibat terpapar Covid-19.

“Air mata tak berhenti mengalir. Usapan demi usapan tak membuat wajahnya kering. Ia berjongkok di sisi kiri gundukan tanah kuburan yang masih basah. Jenazah suaminya yang berusia 54 tahun baru saja dikuburkan. Ibu itu tak berhenti bertutur atas kehilangannya,” kata Anies menuliskan kisah dari peristiwa yang dia lihat di TPU Rorotan lewat akun Instagram @aniesbaswedan, Rabu, 23 Juni 2021.

“Dia itu minggu lalu masih sehat-sehat Pak, terus kena covid, terus...” kalimatnya putus, meledak jadi tangis. Anak lelakinya terdiam memegang pundak ibunya. Anak perempuannya jongkok di sisi kanan. Menunduk. Duka mereka, duka kita, tak terkira dalamnya,”  sambung Anies.

Ada juga seorang bapak berdiri memandang satu kuburan yg juga masih basah. “Istri saya, Pak. Minggu lalu masih sehat. Cuma sakit perut terus drop, Pak. Kena covid,” begitu katanya. Mata kami bertatapan. Tak perlu kata-kata. Hening dan mata basah itu sudah cukup pesannya. Duka itu tak terkira dalamnya,” tulis Anies.

Ada juga seseorang yang mengaku dari Bandung, jongkok lama, pundaknya tergoncang-goncang. Kepada Anies dia menyebut ayahnya minggu lalu masih dalam kondisi sehat, namun kabar duka datang hari ini.

“Saya tunggu di belakangnya. Tak berapa lama ia bangun dan berbalik. “Saya dari Bandung, Pak. Ini Bapak saya. Minggu lalu masih sehat. Sekarang semua hilang, Pak,” jelasnya dalam kalimat yang tersendat-sendat.

 “Tiga jenazah berderet itu dikuburkan hampir bersamaan. Setelah liang kubur ditutup, keluarga inti diberi waktu berdoa sejenak, lalu harus ke luar area pemakaman. Itulah akhir pengantaran mereka pada keluarganya,” tutur Anies.

Anies menguggah warga DKI soal besarnya dampak Covid-19. Kematian kata Anies bukan sekadar angka statistik. “Datangi pemakaman dan lihatlah kenyataan. Kematian itu tak sekadar angka statistik. Tapi tentang saudara kita, orang-orang yang tadinya masih sehat, masih berkumpul dengan keluarga tercinta. Kini mereka dipisah selamanya. Ingatlah, bahwa setiap angka itu adalah satu kisah duka tak terkira,” kata Anies.

Hari ini, lanjutnya, rekor pemakaman selama wabah Covid-19 di DKI: 180 jenazah dikuburkan dengan prosedur Covid-19. Lahan baru di Rorotan ini ukurannya 3 Ha, khusus Covid.  

“Meskipun luas, tolong jangan sampai dipenuhi. Ya, jangan sampai penuh, jangan diisi jenazah seperti hari ini lagi. Cukup, cukup sudah. Kita tak ingin melihat lebih banyak lagi wajah duka,” Anies berpesan.

“Batas usia ada di tangan Allah SWT, tugas manusia adalah ikhtiar. Sama-sama kita hindari kegiatan berpotensi penularan. Kita datangi tempat vaksinasi sebagai ikhtiar keselamatan. Hindari risiko, songsong ikhtiar keselamatan,” kata Anies menutup tulisannya.

 

Komentar