Kamis, 04 Juni 2026 | 10:07
NEWS

Nomor Telepon Novel Baswedan dan Pegawai KPK Diretas, Tiba-tiba Ada Akun Telegram

Nomor Telepon Novel Baswedan dan Pegawai KPK Diretas, Tiba-tiba Ada Akun Telegram
Ilustrasi hacker (Dok Pixabay)

ASKARA - Peretasan nomor telepon dilakukan terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Novel Baswedan, Sujanarko, dan aktivis antikorupsi Febri Diansyah diduga diretas nomor teleponnya.

Gejala peretasan di gawai ketiga orang tersebut berbeda-beda. Untuk Novel dan Sujarnako, di smartphone mereka secara tiba-tiba membuat akun Telegram.

"Info teman-teman itu ada notifikasi nama saya di Telegram. Nomornya punya saya. Bang Novel juga," ujar Sujanarko saat dikonfirmasi, Jumat (21/5). 

Sujanarko menduga, peretasan tersebut dilatari oleh sikap dirinya dan 74 pegawai KPK dalam menentang Surat Keputusan (SK) nomor 652 yang dikeluarkan Firli Bahuri Cs.

Surat itu berisi penonaktifan pegawai tak lolos TWK dalam rangka alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

"Kayaknya ada yang mulai nyerang lagi, deh," kata dia. 

Meski demikian, Sujarnako mengaku saat ini sudah mengambil alih kembali akun tersebut.

Terpisah, eks Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan akunnya di WhatsApp tidak bisa diakses. Dia juga menyatakan tiba-tiba ada notifikasi Telegram di ponselnya. 

"Jika ada pesan-pesan yang dikirim saat ini, itu bukan dari saya," kata Febri melalui akunnya di Twitter, Kamis malam. 

Dugaan peretasan ini terjadi tak berselang lama dari langkah 75 pegawai KPK yang melaporkan pimpinan KPK ke Dewan Pengawas KPK dan Ombudsman RI. 

Dalam agenda tersebut, Sujanarko dan Novel yang selalu memberikan keterangan kepada publik. 

Terkait peretasan ini sebelumnya juga menyasar delapan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) dan anggota Lokataru Foundation serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. 

Diketahui, mereka belakangan aktif mengkritik pelaksanaan TWK dan SK 652 yang dinilai sebagai alat untuk menyingkirkan 75 pegawai KPK berintegritas dan kritis. (jpnn)

Komentar