Minggu, 16 Mei 2021 | 00:26
NEWS

Kapolda Papua: TNI dan Polri Tidak Akan Mundur Memburu KKB

Kapolda Papua: TNI dan Polri Tidak Akan Mundur Memburu KKB
Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri. (Antara)

ASKARA - Kepala Polda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyatakan, aparat TNI dan Polri tidak akan mundur selangkah pun memburu dan melakukan penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

"Saya tegaskan bahwa aparat TNI dan Polri tidak akan mundur selangkah pun. Kami akan lakukan penegakan hukum terhadap KKB dalam beberapa waktu ke depan," ujarnya di Timika, Selasa (4/5). 

Irjen Mathius D Fakhiri menyatakan, penegakan hukum terhadap KBB akan dilakukan hingga wilayah Kabupaten Puncak seluruhnya bersih dari kelompok itu. 

"Kami tetap lakukan penegakan hukum sampai dipastikan wilayah Ilaga dan Kabupaten Puncak seluruhnya bersih dari kelompok-kelompok KKB," kata mantan wakapolda Papua itu.

Irjen Mathius D Fakhiri menegaskan hal itu menyikapi terjadinya aksi pembakaran fasilitas umum seperti gedung sekolah, perumahan guru, gedung lama Puskesmas Mayuberi, Distrik Ilaga Utara dan juga pengrusakan jalan dan jembatan oleh KKB, Minggu (2/5) malam. 

Orang nomor satu di lingkungan Polda Papua itu menyebut, tidak ada korban jiwa dalam sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan KKB. Kejadian itu bermula dari laporan kepala Distrik Ilaga yang menelepon Marinus Labene bahwa pada Minggu (2/5) malam, bangunan Sekolah Mayuberi dan dua unit perumahan guru serta bangunan lama Puskesmas Mayuberi dibakar oleh KKB. 

Menurut Irjen Mathius D Fakhiri, kuat dugaan bahwa pembakaran fasilitas umum itu karena bangunan-bangunan tersebut digunakan sebagai poskotis oleh aparat saat penegakan hukum beberapa waktu lalu.

"Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali karena bangunan-bangunan itu merupakan fasilitas umum untuk mendukung pelayanan masyarakat di sana," katanya.

Jenderal bintang dua Polri itu juga mengajak masyarakat setempat untuk berani melawan KKB atau siapapun yang mengganggu keamanan. 

"Masyarakat harus berani melawan orang-orang yang datang mengganggu keamanan di wilayah kampung masing-masing," kata Irjen Mathius D Fakhiri. (jpnn/ant)

Komentar