Minggu, 16 Mei 2021 | 00:32
NEWS

Babi Ngepet di Depok Diincar Warga Sejak Lama, Warga yang Menangkap Harus Telanjang

Babi Ngepet di Depok Diincar Warga Sejak Lama, Warga yang Menangkap Harus Telanjang
Hewan diduga babi ngepet (Dok Viva)

ASKARA - Penampakan seekor babi hutan yang anggapannya sebagai babi ngepet menghebohkan warga Sawangan, Depok. Kehebohan itu tepatnya terjadi di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan.

Terlebih keberadaan hewan itu kerap meresahkan masyarakat. Babi ngepet merupakan mahluk dalam legenda masyarakat Indonesia yang bercerita tentang siluman babi.

Konon babi ngepet, dalam kepercayaan warga umum suka mengambil uang. Namun kepercayaan itu cenderung mistis dan tak terbukti. Kali ini hewan jelmaan babi itu menampakan wujudnya di tengah masyarakat.

Ketua RW 04 Kelurahan Bedahan Abdul Rosad mengungkap bahwa kemunculan babi ngepet itu bukan baru pertama kali, melainkan telah beberapa kali. Bahkan warga setempat sudah mengincar sosok babi jadi-jadian tu.

"Kejadian ini bukan terjadi sekarang, memang sudah diincar lama. Jadi sebelum bulan puasa, masyarakat suka kehilangan uang," kata Abdul kepada Askara melalui telepon, Rabu (28/4).

Abdul mengatakan, bahwa beberapa waktu lalu hewan jelmaan itu sudah pernah ditangkap oleh warga Bedahan. Proses penangkapan babi itu dilakukan dengan tidak menggunakan pakaian alias telanjang.

Babi ngepet ini pernah dicoba untuk ditangkap sewaktu masih dalam wujud manusia. Namun, saat ditangkap, orang yang diduga babi ngepet ini kabur dengan memakai jubah hitam.

"Pernah dulu ketangkep tapi tidak menggunakan baju. Setelah beberapa hari kemudian, balik lagi lah itu bagong. Ketahuan warga diuber-uber," ceritanya.

Namun, babi tersebut baru tertangkap warga pada Selasa (27/4) kemarin sekira pukul 00.20 WIB dini hari. Meski penangkapan babi hitam itu telah direncanakan sejak beberapa bulan belakangan. 

"Apes-apesnya baru kemarin malam. Jadi bersama warga RW 02, menangkap babi itu tanpa menggunakan pakaian. Kemarin malam kita incar dari jam 00.00 sampai jam 00.20 WIB," ceritanya.

Dia menambahkan uang warga, termasuk dirinya hilang secara misterius. Abdul mengaku pernah kehilangan uang Rp 900 ribu, belum warga lain Rp500 ribu, Rp 2 hingga 3 juta. "Uang saya baru hilang dua minggu lalu," tandasnya.

Komentar