Minggu, 16 Mei 2021 | 00:21
NEWS

Prajurit TNI yang Membelot ke KKB Bawa 70 Butir Amunisi

Prajurit TNI yang Membelot ke KKB Bawa 70 Butir Amunisi
Ilustrasi. (Puspen TNI)

ASKARA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan, seorang prajurit TNI yang bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membawa sejumlah amunisi dan meninggalkan seluruh atributnya.

"Senjata dia tinggal tetapi dua magasin dengan isi 70 butir amunisi 5,56 milimeter itu yang dibawa. Sampai sekarang proses masih terus kita tangani," kata Jenderal TNI Andika Perkasa di Puspom TNI AD, Jakarta, Selasa (20/4).

Pihaknya tengah mengevaluasi peristiwa membelotnya prajurit TNI AD tersebut. Berdasarkan rekam jejak, sang prajurit bergabung dengan TNI pada 2015 di usia 24 tahun.

"Lahir dan besar di Wamena dan ditempatkan setelah bertugas di salah satu batalyon infantri di Jawa Tengah," jelas Jenderal TNI Andika Perkasa.

Dia menuturkan, pada Februari 2021 lalu, batalyon yang menanungi prajurit tersebut menjalankan tugas di Papua. Sekitar tanggal 12 Februari, atasan mendapatinya meninggalkan pos tugas.

"Beberapa pasal sudah kita kenakan termasuk THTI atau tidak hadir tanpa izin yang setelah 30 hari kita sudah bisa memecat yang bersangkutan," ujar Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Pencarian ke yang bersangkutan terus dilakukan baik secara fisik maupun elektronik. Dan saya dapat laporan keberadaan tapi masih secara umum ada di Papua," tambahnya.

Diketahui, anggota Yon Infanteri 400 Raider Pratu Lukius Y Matuan memutuskan bergabung dengan KKB pimpinan Sabinus Waker yang beroperasi di Kabupaten Intan Jaya.

Komentar