Kamis, 22 April 2021 | 04:14
NEWS

Survei Kemenhub: 27 Juta Orang Tetap Ingin Mudik

Survei Kemenhub: 27 Juta Orang Tetap Ingin Mudik
Ilustrasi mudik. (Industry)

ASKARA - Hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan jika pemerintah tidak melarang mudik maka sebanyak 81 juta orang akan pulang kampung pada libur panjang Lebaran 2021. 

Jika ada larangan mudik Lebaran 2021, orang yang ingin pulang ke kampung halaman sekitar 27 juta. 

"Kami sampaikan bahwa Kementerian Perhubungan melakukan suatu survei terhadap sejumlah responden yang banyak. Hasilnya bila tidak ada larangan mudik maka 33 persen orang masih mudik. Artinya, ada 81 juta orang akan mudik," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/4). 

Larangan mudik Lebaran berlangsung selama 12 hari yaitu 6-17 Mei 2021 bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN, TNI-Polri, karyawan swasta maupun pekerja mandiri. Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan yang disinyalir bakal berpotensi menularkan Covid-19. 

"Tetapi kalau ada larangan mudik, orang yang ingin mudik 11 persen dengan angka 27 juta. Itu jumlah yang banyak dan kami mengidentifikasi tujuan mudik yang paling banyak dari Jabodetabek ke Jawa Tengah sebanyak 37 persen atau kurang lebih 12 juta, Jawa Barat 23 persen atau 6 juta dan Jawa Timur," jelas Budi Karya. 

Budi Karya pun memaparkan sejumlah strategi yang akan diterapkan dalam pelarangan tersebut.

"Berkaitan dengan darat, kami berkoordinasi dengan polisi dan Kakorlantas bahwa kita secara tegas melarang mudik dan akan melakukan penyekatan di lebih dari 300 lokasi. Sehingga kami menyarankan agar bapak dan ibu tidak meneruskan rencana mudik dan tinggal di rumah," ujarnya.

Mereka yang akan disekat termasuk pengguna mobil pribadi maupun truk plat hitam.

"Di laut memang terjadi suatu pergerakan, kita hanya memberikan fasilitas bagi mereka yang dikecualikan oleh menko PMK. Oleh karenanya kita berikan layanan secara terbatas," tambah Budi Karya.

Bagi daerah yang memang secara khusus banyak melakukan mudik seperti di Riau, dari Kalimantan ke Jawa dan di Jawa Timur, Budi Karya mengimbau tidak melakukan mudik.

"Di kereta api kita akan melakukan pengurangan suplai dengan hanya memberikan kereta luar biasa dan secara khusus bagi aglomerasi katakanlah Jabodetabek lalu di Gerbang Kertosusila yaitu aglomerasi dari Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya Sidoarjo, Lamongan dan juga Bandung kita juga akan menurunkan suplai," paparnya.

Walaupun larangan mudik berlaku bagi siapapun namun ada kebijakan bagi orang tertentu yang diperkenankan untuk tetap melakukan perjalanan. Mereka adalah orang-orang yang memenuhi syarat sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah yaitu bagi ASN atau BUMN yang sedang melakukan perjalanan dinas dengan syarat surat tugas yang ditandatangani oleh pejabat minimal eselon 2 bagi ASN dan BUMN.

Selain itu bagi masyarakat yang memiliki keperluan mendesak diperbolehkan melakukan perjalanan dengan syarat harus disertai keterangan dari kepala desa bahwa ada keperluan mendesak. (jpnn/ant)

Komentar