Minggu, 18 April 2021 | 12:12
OPINI

Jangan Remehkan Utang

Jangan Remehkan Utang
Ilustrasi hutang

Utang bukanlah masalah remeh hingga kita menyepelekan membayar utang. Banyak sekali hadis tentang utang yang wajib segera dibayar. Bahkan diriwayatkan Rasulullah tidak mau mensholatkan bila si mayat masih punya tanggungan utang, ahli warisnya wajib segera membayar utang itu. Di hadis yang lain, seorang yang mati syahid semua dosanya diampunkan kecuali jika dia masih punya utang. Bahkan ayat yang terpanjang dalam al Qur an pun bukan masalah sholat, puasa atau haji tapi masalah utang (al Baqarah ayat 282).

Maka jangan remehkan utang. Allah maha tau hambaNya yang tidak mau membayar utang, salah satunya dengan mengulur ngulur waktu untuk membayar, padahal mampu, namun lebih mementingkan keperluan yang tidak penting. Di hadis lain juga Rasulullah mengingatkan orang yang tak mau membayar utang itu hukumnya sama dengan mencuri. Nauzubilah.

Sahabat

Utang itu diperbolehkan karena utang bagian dari upaya untuk saling menolong, makanya Allah atur dalan al Qur an. Jelas dan rinci. Namun yang haram adalah suka utang tapi malas bayar, sengaja mengulur ngulur waktu. Sungguh ini adalah perbuatan zholim. Doa orang yang dizholimi itu akan diijabah Allah. Cobalah muasabah diri mengapa hidup kian sulit? Mengapa terlalu banyak masalah?

Mungkin ada hak orang lain yang kita zholimin, seperti utang yang selalu ditunda tunda untuk dibayar. Hati hati justru perbuatan ini akan merugikan diri sendiri namun menguntungkan orang yang memberi utang, karena setiap hari haknya ditahan dan setiap hari juga keberkahan tercurah padanya. Namun bagi orang yang mengulur ngulur bayar utang, justru akan makin banyak murka Allah padanya. Nauzubilah.

Karena itu si piutang wajib mengingatkan dan menagih utangnya, agar saudaranya tak terus menerus berbuat zholim walau kadang saat ditagih justru *galakkan yang punya utang dari pada yang memberi utang*. Kasihan sekali orang seperti ini. Ingatlah sahabat, sealim apa pun kamu, selebar apapun hijabmu namun jika kau menzholimi hak saudaramu, amal sholehmu akan terkikis habis karena ada hak orang yang kau tahan, utang yang kau tunda tunda untuk membayarnya. Padahal kau mampu. Jika yang memberi utang bisa kau bohongi namun Allah tak bisa kau dustai, jangan sampai hidupmu tak berkah karena menunda nunda membayar utang. Menzholimi hak orang lain.Nauzubilah.

Elva Tazar

Penulis NovelAmak

[email protected]

Komentar