Kamis, 04 Juni 2026 | 10:05
NEWS

Petani Tidak Anti Impor Beras, Tapi

Petani Tidak Anti Impor Beras, Tapi
Ilustrasi. (Dok. Merdeka)

ASKARA - Wakil Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Jakarta Billy Haryanto mengatakan, wacana impor beras yang bergulir di kalangan masyarakat membuat harga gabah anjlok seketika. 

Dia menyebutkan, hal ini terjadi, meski kebijakan tersebut belum dilakukan. Menukil data Perpadi, Billy membeberkan, saat ini kondisi petani tengah terpuruk, misalnya di Tegal, Jawa Tengah harga gabah kering anjlok dari Rp 5000 menjadi Rp 3500 per kilogram. 

"Sebuah kebijakan termasuk impor semestinya disampaikan sesuai timing-nya karena ini juga menyangkut kebijakan strategis apalagi menyangkut petani," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/3). 

Sebelumnya, dalam rapat dengan Komisi VI DPR Senin 22 Maret, Menteri Perdagangan M Lutfi menyatakan, pemerintah berencana melakukan impor beras untuk menambah cadangan beras sebanyak 1-1,5 juta ton. Kebijakan tersebut telah ada sebelum Lutfi menjabat sebagai mendag.  

Billy menyesalkan isu terkait impor beras itu sudah menguap ke publik. Menurutnya, meski belum direalisasikan tetapi mengganggu harga beras di tingkat petani.

"Jadi kami berharap sebelum kebijakan digulirkan agar benar-benar melihat ke bawah atau ke petani secara langsung terlebih dahulu," katanya.

Billy menyebut, petani tidak anti impor. Kendati demikian, dia meminta pemerintah tidak melakukan impor beras saat petani panen raya.

"Kami ini tidak anti impor. Boleh impor tapi waktunya jangan pas panen raya," katanya.

Billy menyarankan agar kebijakan impor didahului dengan upaya penghitungan kebutuhan beras yang akurat dan riil di lapangan.

"Ketika bicara data atau stok harus mempertimbangkan dampaknya apakah menguntungkan rakyat atau petani atau sebaliknya," jelasnya.

Berkaca dari tahun lalu, Billy mengatakan, pemerintah tidak mengimpor beras karena kebutuhan sudah dicukupi dengan hasil petani lokal. Soal stok, dia menyarankan agar koordinasi dengan Bulog terus dilakukan dengan baik. 

"Harus dihitung kebutuhan Bulog tiap tahun," tegas Billy. (jpnn/ant)

Komentar