Sabtu, 18 Mei 2024 | 03:14
NEWS

Pengelola Aplikasi Diminta Take Down Akun Terkait Prostitusi Online

Pengelola Aplikasi Diminta Take Down Akun Terkait Prostitusi Online
Ilustrasi prostitusi online (Dok Klikpositif.com)

ASKARA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah meminta penyelenggara aplikasi pesan instan untuk menutup akun yang digunakan untuk praktek prostitusi.

Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, dalam siaran pers, Minggu (21/3).  

"Kami sudah meminta komitmen dari pengelola aplikasi pesan instan untuk melakukan take down akun yang disalahgunakan untuk kegiatan ilegal atau melanggar hukum. Termasuk prostitusi online," ujar Johnny. 

Johnny menyebut, pihaknya sudah mengetahui ada pengguna internet yang menyalahgunakan aplikasi pesan instan untuk kegiatan yang bertentangan dengan hukum, seperti prostitusi online.

Berkaitan dengan isu yang berkembang bahwa aplikasi MiChat digunakan untuk praktek prostitusi online, Johnny menyatakan penyelenggara aplikasi itu berjanji untuk menutup akun tersebut.

"MiChat sendiri sudah ada perwakilannya di Indonesia, dan sudah berkomitmen untuk melakukan take down akun-akun di MiChat yang disalahgunakan oleh warganet di Indonesia yang melakukan janji pertemuan ataupun promosi kegiatan prostitusi online. Yang dilaporkan oleh Kominfo, Polri, ataupun masyarakat," ujar Johnny.

Menurut Johnny, belum ada permintaan resmi dari kepolisian mengenai akun di aplikasi pesan instan yang terkait dengan praktik prostitusi online.

Meski begitu, Kominfo berkomitmen untuk bersikap proaktif dengan terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak-pihak lain untuk menjaga ruang digital di Indonesia bersih dan bermanfaat.

"Belum ada formal request dari Polri, namun Tim Cyber Drone Kominfo akan berkoordinasi bersama Polri terkait pemanfaatan konten MiChat tersebut agar ruang digital kita bersih dan bermanfaat. Sebagaimana amanat berbagai perundangan-undangan di Indonesia," sambungnya.

Dia mengatakan, data Kementerian Kominfo tahun 2020 menunjukkan terdapat 1.068.926 konten pornografi yang ditangani tim AIS Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika.

Di antara jutaan konten pornografi yang ditangani Kementerian Kominfo, terdapat 10 konten yang berkenaan dengan kekerasan terhadap anak.(pmjnews)

Komentar