Tipikal Indonesia Yang Membuat Bule Jadi Kasengsem
Artikel ini ditulis oleh Mang Ucup yang sudah bermukim di Eropa lebih dari 60 tahun: “Tipikal Watak Orang Indonesia” yang benar-benar unik dilihat dari sudut kacamata orang Indonesia yang telah lama bermukim di Eropa.
Berdasarkan jajak pendapat maupun hasil survei kecil-kecilan saya bisa menarik kesimpulan bahwa orang Indonesia itu memiliki watak yang benar-benar khas tiada keduanya misalnya: ramah dan murah senyum.
Saya selalu memilih naik Pesawat Garuda pulang ke Indonesia, karena tidak ada airlines lainnya yang sudi maupun mau hanya sekedar memberikan Senyum Welcome saja. Bahkan mereka bersedia bantu mengangkat tas kami ke atas.
Dalam kehidupan sehari-harinya pun demikian misalnya belum kenal saja sudah menyapa dan menebar senyum ke setiap turis yang berkunjung di negaranya. Hal itu sangat jauh berbeda dengan para orang Barat di negaranya. Orang-orang lebih cuek bebek dan tidak semudah orang Indonesia untuk menyapa orang yang belum pernah dikenal.
Indonesia = Wkwkwk Land
Bagi para netizen luar negeri Indonesia dikenal sebagai Wkwkwk Land. Sebutan ini diambil dari model tertawa orang Indonesia saat di media sosial, atau saat chatingan.
Nah mungkin kita semua pernah menggunakan “wkwkwk” sebagai bentuk tawa saat chatingan di medsos. Banyak orang Barat terheran-heran dengan orang Indonesia karena mereka selalu terlihat bahagia.
Ketika mereka bilang mereka tidak punya uang sekalipun, mereka masih bisa tertawa. Saat mereka jalan bersama kemudian ada salah satu teman terjatuh, mereka tertawa bersama. Bahkan saat menangis pun mereka juga bisa tertawa.
Mereka juga bisa tertawa dengan orang baru dan bercanda seperti teman yang sudah lama bertemu maklum karena kami hidup di Wkwwk Land. Oleh sebab itu punya teman orang Indonesia dijamin bikin bahagia!
Senangnya berteman dengan orang Indonesia karena mereka sangat lucu dan selalu menghibur. Mereka selalu bercanda dan membuat orang tertawa. Ada istilah untuk orang Indonesia yang orang asing sering sebut yaitu Cheeky.
Orang Indonesia itu bisa melucu tanpa harus merasa malu. Meski terkadang tak sopan, namun hal itu sangat umum dilakukan di Indonesia untuk menunjukkan keakraban.
Di Eropa apabila Anda ingin mengujungi seseorang, bahkan ke rumah anak sendri sekalipun kita harus jauh-jauh hari sebelumnya mohon waktu dan bikin date sebelumnya. Sedangkan di Indonesia kita bisa nyelonong datang kapan saja, bahkan pada saat malam hari sekalipun.
Menolong dan Gotong Royong
Banyak orang baik di Indonesia yang rela membantu secara gratis tanpa minta imbalan apapun juga. Mereka memberikan tempat tinggal, tumpangan dan makan untuk para turis yang ingin merasakan pengalaman traveling yang berbeda.
Bahkan orang Indonesia juga banyak yang merawat dan mengangkat anak orang asing meskipun mereka sendiri dalam keadaan sulit.
Berbeda dengan masyarakat di negara barat yang lebih cenderung individualisme, masyarakat Indonesia cenderung hidup berkelompok dan merasa membantu sesama adalah sebuah kewajiban di masyarakat.
Kehidupan masyarakat Indonesia memang sangat mencerminkan kehidupan masyarakat kolektivisme. Beberapa peristiwa yang menunjukkan gotong royong seperti aksi membangun jembatan maupun kerja bakti
Bangsa Santai Seakan Gak Ada Beban
Banyak bule tidak mengerti, kenapa orang Indonesia bisa santai dan sabar menghadapi kemacetan dijalan, bahkan pada waktu pesawat delay berjam-jam sekalipun mereka tetap santai dan sabar menunggu.
Mungkin hanya orang Indonesia yang bisa duduk santai untuk ngobrol dan minum kopi tanpa harus terburu-buru meski masih dikejar tugas.
Banyak orang Barat yang berpikir orang Indonesia buang-buang waktu, tetapi banyak juga yang mencintai Indonesia karena suasana yang santai.
Karena alasan ini, tidak heran Indonesia jadi tempat yang cocok untuk relaxing. Selain pantai dan pemandangannya yang indah, orangnya juga tidak terburu-buru.
Bangsa Yang Relijius
Mereka juga sangat rajin beribadah, semua orang yang memeluk agama di Indonesia dan selalu melakukan kegiatan-kegiatan religius seperti ke gereja, sholat, sembahyang di pura dan berdoa di vihara.
Memiliki Ikatan Kekeluargaan Yang Erat Dan Kuat
Demi keluarga mereka bersedia berkorban bukan hanya dari segi materi saja melainkan waktu juga.
Sudah satu hal yang wajar apabila orang tua sudah tidak mampu di urus oleh anak-anaknya, begitu juga kewajiban untuk membantu adik yang tidak mampu.
Maka dari itulah juga sudah merupakan satu kunjungan wajib pada saat hari Raya untuk mengunjungi keluarga di kampung halaman
Ingin Selalu Memberikan Yang The Best
Pada saat mereka mengundang orang, mereka selalu berusaha untuk memberikanyan terbaik. Misalnya Mbak Wied selalu masak berjam-jam khusus untuk menjamu tamu yang berkujung ke rumah kami.
Sangat Terbuka
Orang Indonesia punya sifat terbuka meskipun dengan orang baru. Mereka sangat senang menceritakan tentang segala sesuatu pada orang lain. Hal itu sangat berbeda dengan orang barat.
Orang Indonesia lebih banyak berbagi apa yang dia rasakan untuk mengurangi masalah atau beban yang dia hadapi tanpa harus ke psikiater.
Mereka juga mempersilahkan siapa saja tamu yang berkunjung ke rumah karena di Indonesia kita harus menyambut tamu dengan senang hati.
Harus Ketemu Nasi Setiap Hari
Entah dimanapun juga mereka berada minimum harus makan nasi sehari sekali, hidup tanpa nasi bukan orang Indonesia.
Obat Herbal
Banyak orang Indonesia yang masih meyakini khasiat jamu sebagai penyembuh penyakit. Alih-alih pergi ke dokter, tak jarang mereka justru memilih pengobatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit yang dialami.
Mandi Dua Hari Sekali dan Cebok (membasuh) Pakai Air
Hal ini tak pernah dilakukan oleh orang asing, mereka bahkan mandi terkadang hanya dalam dua atau tiga kali sehari.
Kalau cebok tanpa air rasanya kurang bersih, maka dari itu para pendatang generasi pertama yang hijrah ke Belanda dari Indonesia, di WC nya selalu disediakan botol air untuk cebok .
Kesimpulan
Karena hal-hal tersebut diatas inilah; maka jarang ada orang Indonesia yang merasa kesepian. Hal ini pulalah yang mendorong Mang Ucup untuk hijrah pulang balik dan menetap kembali di Indonesia, bahkan dikuburkan di Bumi Tanah Pertiwi.
Cintailah Negara kita sendiri, apapun pendapat orang . Jangan hanya ngebangga-banggakan Budaya kita waktu ingin dicuri negara lain. Bagaimana negara lain tidak curi budaya kita, ketika kita berlomba-lomba mengikuti budaya orang lain. Bule aja cinta negara ini masa anda tidak?
PS: Mohon bantuannya agar ditambah mengenail hal-hal yang belum saya cantumkan disini – Maturnuwun Sanget.
https://www.youtube.com/watch?v=SnCYEQozKSM
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar