Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Jayawijaya Papua
ASKARA - Gempa dengan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Jayawijaya Papua pada Jumat (12/3). Gempa tersebut terjadi pada pukul 08.16 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, pusat gempa berada di darat. Pusat gempa itu berada di 27 kilometer tenggara Jayawijaya, Papua.
"Gempa dirasakan Magnitudo: 5.6, 12-Mar-21 08:16:16 WIB, Koordinat: 4.23 LS, 138.90 BT (Pusat gempa berada di darat 27 km Tenggara Jayawijaya), Kedalaman: 10 Km #BMKG," demikian kinfo BMKG, Jumat (11/3).
Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, pada 2021 Indonesia masih tetap aktif gempa. Imbauan ini berdasarkan data yang dihimpunnya dengan rata-rata kegempaan dalam setahun terjadi sebanyak 6.000 kali.
Namun, hal ini dinilai wajar karena sumber gempa di Tanah Air sangat banyak, yaitu 13 segmen megathrust dan lebih dari 295 segmen sesar aktif.
"Kita perlu mewaspadai zona seismic gap, seperti zona subduksi Mentawai, selatan Banten-Selat Sunda, selatan Bali, Lempeng Laut Maluku, Lempeng Laut Filipina dan Tunjaman Utara Papua," ujar Daryono belum lama ini.
Dia menambahkan bahwa zona seismic gap lain yang perlu diwaspadai yaitu zona sesar Lembang, segmen Aceh, segmen Matano dan Sesar Sorong. Kewaspadaan menjadi titik berat mengingat potensi bahaya yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban masyarakat dan kerusakan infrastruktur.
Untuk itu, masyarakat diharapkan selalu waspada terhadap bahaya gempa bumi karena berdasarkan catatan katalog, gempa merusak tidak harus berkekuatan besar (M > 6,0), tetapi gempa dangkal berkekuatan 4,0-5,0 juga dapat merusak.
"Sebagai upaya mitigasi, membangun rumah tahan gempa di daerah rawan gempa adalah solusi utama dalam mengurangi bahaya dan risiko bencana gempa bumi," jelasnya.

Komentar