Selasa, 02 Maret 2021 | 12:21
NEWS

NTT Diharapkan Jadi Lumbung Pangan Baru di Luar Jawa

NTT Diharapkan Jadi Lumbung Pangan Baru di Luar Jawa
Presiden Jokowi meninjau lumbung pangan di NTT. (Biro Pers Kepresidenan)

ASKARA - Di sela-sela kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau kawasan food estate di Bukit Ngora Lenang, Lai Patedang, Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, Selasa (23/2).

Pusat pengembangan tanaman pangan di NTT diharapkan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa dan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024.

Hadir juga dalam kunjungan tersebut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur NTT Viktor B Laiskodat.

Presiden Jokowi mengatakan, pada tahap awal pemerintah baru menyiapkan 5000 hektare lahan untuk food estate atau lumbung pangan di Sumba Tengah. Dari total 5000 hektare lahan yang telah tersedia, 3000 hektare akan ditanam padi dan 2000 hektare akan ditanami jagung.

"Tapi ke depan akan diperluas lagi dengan perluasan 10 ribu hektare yang nanti dibagi 5600 hektare untuk padi dan 4400 untuk jagung," katanya.

Presiden Jokowi meminta Kementerian PUPR untuk mendukung food estate di Sumba Tengah dengan membangun waduk atau bendungan.

'Karena waduk atau bendungan ini nantinya akan mendukung pembangunan food estate atau lumbung pangan yang dibangun di wilayah tersebut. Saya yakini food estate Kalimantan Tengah, Sumut dan NTT ini akan bisa membangun sebuah ketahanan pangan yang baik," jelasnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kunci dari program pengembangan food estate adalah ketersediaan air untuk irigasi, bersamaan dengan teknologi pertaniannya.

"Sinergi perencanaan infrastruktur irigasi dan pertanian yang dilakukan antara Kementerian PUPR bersama Kementan bertujuan untuk mengembangkan food estate yang modern dan terintegrasi dari hulu ke hilir," terangnya. 

Menteri Basuki menjelaskan, dalam mendukung irigasi pertanian pada food estate di Sumba Tengah, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Ditjen Sumber Daya Air membangun sumur bor berkapasitas 6 liter per detik dan embung dengan kapasitas tamping 850.000 meter kubik.

Sumur bor dibangun sebanyak tujuh unit dengan kedalaman pengeboran 57-70 meter. Masing-masing sumur menggunakan tenaga solar cell dengan jarak antara titik sumur bor ke saluran pembagi sejauh 1,5 kilometer. Dari tujuh sumur bor berkapasitas 50,59 liter per detik dapat memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas 50,59 hektare. Sedangkan untuk embung akan menambah areal layanan seluas 200 hektare.

Setelah selesai meninjau food estate di Sumba Tengah, Presiden Jokowi beserta rombongan melanjutkan menuju Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT untuk meresmikan Bendungan Napun Gete. (industry) 

Komentar