Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:02
NEWS

Dokter Reisa Pastikan Vaksinasi Covid-19 Miliki Manfaat Lebih Besar

Dokter Reisa Pastikan Vaksinasi Covid-19 Miliki Manfaat Lebih Besar
Dokter Reisa Broto Asmoro (Dok BNPB)

ASKARA - Satuan Tugas Penangananan Covid-19 menyatakan manfaat vaksinasi Covid-19 jauh lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan. 

Pemerintah juga telah menyiapkan serangkaian antisipasi jika muncul kejadian ikutan pasca imunisasi ( KIPI).

"Saya tekankan sekali lagi, bahwa vaksinasi ini memiliki manfaat jauh lebih besar ketimbang risiko yang ada. Kalaupun sampai terjadi risiko berat yang tidak diharapkan pemerintah siap dengan antisipasi terhadap KIPI," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro dalam keterangannya, Selasa (23/2).

Setiap pelayanan kesehatan memiliki penanggung jawab atau contact person yang ada di meja observasi pada setiap pos vaksinasi. 

Serta selalu terdapat nama dan contack person petugas kesehatan pada kartu vaksinasi.

Untuk itu, dokter Reisa mengimbau, masyarakat tidak ragu ikut program vaksinasi yang dilakukan pemerintah.  

Namun, paling penting masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat setelah disuntik vaksin.

"Ingat, meskipun telah divaksinasi nantinya tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan," tutur Reisa.

Reisa mengatakan, vaksinasi yang dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan akan menurunkan angka kasus aktif dan penularan virus corona.

"Bayangkanlah 270 juta orang warga Indonesia, setengah dari Asia Tenggara, bersama-sama melakukan pencegahan dari hal yang kecil sampai mendukung kampanye besar 3T (testing, tracing, treatment), 3M, dan vaksinasi," imbuhnya.

"Hasilnya virus ini akan berhenti menulari kita, mereka akan kalah dengan kekompakan dan kebersamaan kita, dan pandemi akan segera dapat dikendalikan," tambahnya.

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia ditargetkan menjangkau sekitar 181,5 juta orang dan selesai tahun ini. Tahapannya ada empat dan sudah dimulai tahap pertama dengan target tenaga medis.

Kini vaksinasi sudah menginjak tahap kedua yang memprioritaskan lansia dan petugas layanan publik, pedagang pasar termasuk di antaranya. 

Kelompok lain yang juga masuk prioritas adalah ASN, TNI-Polri, pengemudi ojek online (ojol) dan guru.

 

Komentar