Minggu, 27 September 2026 | 21:13
NEWS

U-Turn Topjaya Jadi Biang Macet, Pak Ogah Jadi Penguasa Jalan

U-Turn Topjaya Jadi Biang Macet, Pak Ogah Jadi Penguasa Jalan
Pak Ogah jadi penguasa jalan (Dok Agoy)

ASKARA - Kemacetan panjang kembali menjadi pemandangan hampir setiap siang hingga malam hari di putaran balik atau U-turn depan Topjaya Antariksa, Jalan Raya Bekasi KM 26, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur.

Antrean kendaraan mengular karena arus dari kedua arah bertemu di satu titik putar balik. Kondisi semakin semrawut ketika kendaraan dari arah Bekasi hendak melakukan putar balik, sementara kendaraan dari arah Jakarta harus mengurangi kecepatan bahkan mengalah.

Sejumlah warga dan pengguna jalan menyoroti keberadaan para pengatur lalu lintas informal atau yang biasa disebut "pak ogah" di lokasi tersebut. Mereka dinilai lebih memprioritaskan kendaraan dari arah Bekasi yang hendak berputar.

Menurut keluhan pengguna jalan, prioritas tersebut diduga berkaitan dengan pemberian uang kepada para pengatur lalu lintas informal. Mereka bahkan disebut berani berdiri di tengah badan jalan dan menghadang kendaraan agar memberikan kesempatan kepada kendaraan tertentu untuk melintas.

Situasi itu membuat arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Bekasi harus menunggu lebih lama. Ketika volume kendaraan sedang tinggi, antrean pun dengan cepat memanjang dan berdampak ke ruas Jalan Raya Bekasi di sekitarnya.

"Kalau setiap kendaraan yang mau putar balik harus dilayani seperti itu, ya pasti macet. Kendaraan dari Jakarta juga akhirnya harus mengalah," keluh salah seorang pengguna jalan, Sabtu (26/9/2026).

Persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kelancaran lalu lintas, tetapi juga keselamatan. Aktivitas orang yang berdiri dan menghadang kendaraan di tengah arus lalu lintas berpotensi menimbulkan konflik dengan pengendara maupun mengganggu pergerakan kendaraan.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait tidak hanya melakukan pengaturan sesaat ketika kemacetan terjadi, tetapi mengevaluasi keberadaan U-turn tersebut secara menyeluruh.

Salah satu opsi yang diharapkan masyarakat adalah menutup permanen putaran di depan Topjaya Antariksa maupun sejumlah titik U-turn yang dinilai menjadi sumber perlambatan arus.

Sebagai alternatif, kendaraan dapat diarahkan melakukan putar balik di bawah Tol Layang Ujung Menteng - Kelapa Gading. Lokasi tersebut dinilai memiliki badan jalan yang lebih lebar sehingga diharapkan mampu menampung manuver kendaraan dengan lebih aman dan tidak terlalu mengganggu arus utama.

Masyarakat berharap persoalan ini segera ditangani sebelum kemacetan semakin parah.

Jalan Raya Bekasi merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan kawasan Jakarta Timur dengan wilayah Bekasi. Karena itu, pengaturan di setiap titik putar balik menjadi penting agar aktivitas warga tidak terus-terusan terganggu oleh antrean kendaraan.

Kini warga menunggu langkah konkret pemerintah, mempertahankan pola pengaturan yang selama ini berjalan, atau mencari solusi permanen agar U-turn tidak lagi menjadi titik kemacetan harian.

 

Komentar