JK: Kesannya Bertanya Saja Tidak Boleh, Apalagi Mengkritik
ASKARA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta pernyataannya mengenai cara mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi tidak disalahartikan.
JK menyebut, apa yang dikatakannya adalah sebuah pertanyaan mewakili kegelisahan masyarakat dan bertujuan untuk kebaikan pemerintah.
Lantaran itu, JK berharap agar para pihak tidak usah terlalu reaktif menanggapi pertanyaannya tersebut.
"Apa yang saya kemukakan itu berwujud pertanyaan dan itu wajar, bahwa bagaimana dong caranya mengkritik tanpa dipanggil polisi?” ungkap JK, melalui keterangan tertulis, Selasa (16/2).
"Itu murni pertanyaan dan banyak menanggapinya secara berbeda-beda terutama buzzer-buzzer ini kan? Ini kesannya bertanya saja tidak boleh, apalagi mengkritik. Padahal pertanyaan saya sederhana sekali, yaitu bagaimana caranya mengkiritik," tambahnya.
Di sisi lain, JK mengaku sangat mengapresiasi penjelasan dari pihak pemerintah melalui Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman. Fadjroel memberikan penjelasan bagaimana caranya mengkritik.
Menurut JK, itu harus dilakukan pemerintah dalam menanggapi pertanyaannya tidak dengan tafsir yang macam-macam.
"Ini penting karena maksud saya bertanya seperti itu dan itu betul-betul keluar dari hati saya, adalah ingin melihat bagaimana caranya agar pemerintah ini baik dan masyarakat juga baik, jangan disalahartikan dan diberi tafsir yang macam-macam," pintanya.
JK juga meminta agar para pendukung Presiden Jokowi untuk sejalan dengan keinginan Presiden yang meminta masyarakat untuk mengkritiknya.
Walaupun, kata dia, Jokowi tidak menjelaskan bagaimana caranya agar mengkritik pemerintah tanpa harus berurusan dengan kepolisian. Karena itu, JK pun melontarkan pertanyaan tersebut.
"Sekarang Presiden sendiri yang membuka peluang untuk kritik itu, dan itu bagus sekali. Tapi caranya harus dijelaskan supaya baik untuk pemerintah dan baik untuk masyarakat. Jadi apakah saya salah kalau mengajukan suatu pertanyaan? Nah, dari situ lihat bisa lihat karakter mereka yang mempersoalkan pertanyaan tersebut itu artinya mereka anti kritik dan bertentangan dengan Jokowi, para buzzer-buzzer itu," pungkasnya.

Komentar