Kamis, 22 April 2021 | 03:58
NEWS

Pengendara Pukul Petugas SDA Sedang Tangani Banjir, Sekarang Sudah Damai

Pengendara Pukul Petugas SDA Sedang Tangani Banjir, Sekarang Sudah Damai
Pengendara mobil terekam kamera memukul petugas Sudin SDA Jaktim sedang menurunkan pompa penyedot genangan air di Bidara Cina. (IG/Warung Jurnalis)

ASKARA - Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur yang sedang menangani banjir di wilayah Bidara Cina, Jatinegara pada Senin sore (8/2) menjadi korban pemukulan. 

Pelaku pemukulan ialah seorang pengendara mobil yang merasa terhalang kendaraan Sudin SDA Jaktim. Aksi tak terpuji tersebut terekam kamera. Dalam video tersebut tampak sejumlah petugas SDA tengah menurunkan pompa penyedot air dari untuk penanganan banjir di Bidara Cina. 

Syahdan, pelaku pemukulan mengendarai mobil dari arah berlawanan. Mobil pelaku tidak bisa lewat karena terhalang kendaraan Sudin SDA Jatim yang membawa pompa. Pelaku yang terlihat kesal lantas turun dari mobilnya lalu menghampiri petugas dan melakukan pemukulan. Tidak ada perlawanan dari petugas saat dipukul pelaku. Petugas pun mengalah dan memundurkan mobilnya sehingga kendaraan pelaku bisa melintas. 

Petugas Sudin SDA Jaktim Irfan Mustafa yang menjadi korban pemukulan mengatakan, persoalan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Menurut Irfan, kedua belah pihak sepakat berdamai dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai. Penandatanganan kesepakatan damai itu disaksikan oleh petugas kepolisian dan pengurus RW setempat.

"Sekarang sudah damai, klarifikasi perdamaian karena pelaku sudah menyesali perbuatannya dan saya selaku korban sudah memaafkan," kata Irfan saat dikonfirmasi, Kamis (11/2). 

Irfan berharap kejadian yang menimpanya menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa warga harus bisa menghargai petugas SDA yang tengah bertugas. 

"Penting untuk warga DKI Jakarta dijadikan sebagai pembelajaran bahwasannya petugas Sumber Daya Air maupun petugas-petugas lainnya yang bekerja di Jakarta itu memang bekerja sungguh-sungguh untuk membenahi Jakarta," jelas Irfan. (jpnn)

Komentar