Minggu, 07 Juni 2026 | 13:36
NEWS

Siloam Hospitals Ambon Jelaskan Mitos dan Fakta Penyakit Stroke

Siloam Hospitals Ambon Jelaskan Mitos dan Fakta Penyakit Stroke
Ilustrasi stroke (Dok Kumparan)

ASKARA - Penelitian Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan pada tahun 2014, 21,1 persen penyebab kematian disebabkan oleh penyakit stroke. 

Lalu, data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) pada 2009 menyebutkan, 65 persen pasien stroke mengalami kecacatan dari berbagai level. Tidak hanya mereka yang tidak bisa berjalan, bergerak, tetapi juga gejala lain yang mengindikasikan seseorang terkena stroke.

Dokter spesialis syaraf dari Siloam Hospitals Ambon, dr Enseline Nikijuluw mengatakan, membangkitkan rasa gembira dan bahagia, merupakan cara efektif dan mudah yang dapat dilakukan.

"Selalu membangkitkan rasa gembira guna relaksasi pada otot dan kerja saraf tepi," ungkap dr. Enseline melalui aplikasi zoom Webinar Kesehatan, yang digelar Manajemen Siloam Hospitals Ambon dengan tema "Kenali Stroke Mitos versus Fakta", Kamis kemarin (4/2). 

"Pada saat kita gembira atau merasa senang itu akan membuat keseimbangan hormon-hormon dan neurotransmiter otak. Maka akan mempengaruhi kerja organ-organ di tubuh agar lebih aktif dan seimbang," tambahnya.

Menurut dr Enseline, selain sejumlah faktor stroke yang umum dimiliki orang lanjut usia, khususnya di wilayah Maluku. Dokter yang sehari harinya berpraktik di Siloam Hospitals Ambon ini turut menjelaskan sejumlah fakta dan mitos.

"Beberapa informasi yang tidak benar seputar penyakit stroke itu adalah stroke merupakan penyakit orang tua dan tidak bisa dicegah. Termasuk mitos yang menyatakan stroke adalah penyakit keturunan dan penyebab penyakit jantung. Sejumlah mitos itu harus diluruskan agar masyarakat, khususnya di kota Ambon mengetahui," jelasnya.

Enseline menyebutkan, hampir 80 persen gejala penyakit stroke dapat dicegah melalui perilaku hidup sehat dan konsisten. Termasuk penyembuhan stroke apabila timbul gejala dini. 

"Dengan catatan, segera melakukan deteksi dini dan pengobatan teratur jika merasakan gejala dini akan penyakit stroke," imbuhnya mengingatkan.

Disebutkan cara mudah mengenali gejala stroke, antara lain, sulit menelan air minum, gerakan sebagian anggota tubuh melemah dan sakit kepala yang muncul tak diduga.

"Karenanya sangat diperlukan melakukan pola hidup sehat sekaligus mengkonsumsi asupan gizi yang seimbang. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang tidak normal pada tubuh kita agar kita dapat mengatasi penyakit dengan pengobatan yang tepat," pungkasnya. 

Stroke adalah penyebab kecacatan dan kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014. Di tahun berikutnya 2015, adalah penyebab kematian tertinggi di dunia (Data Kemenkes RI). Saat ini terdapat 17 juta kasus stroke, 6,5 juta kematian, dan 26 juta penyintas.

Faktor resiko yang menyebabkan stroke pada umumnya karena darah tinggi, gula darah, diabetes, kolesterol, asam urat, obesitas, dan kebiasaan merokok serta mengkonsumsi alkohol.

Komentar