Kamis, 04 Juni 2026 | 07:15
NEWS

Pukuli Ketua RT, Anggota DPRD Jember Imron Baihaqi Ngaku Menyesal

Pukuli Ketua RT, Anggota DPRD Jember Imron Baihaqi Ngaku Menyesal
Anggota DPRD Jember Imron Baihaqi pukuli seorang ketua RT. (Tangkapan layar/Ist)

ASKARA - Anggota DPRD Jember Imron Baihaqi mengaku menyesali perbuatannya usai memukul seorang Ketua RT Dodik Wahyu Rianto. 

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga mengakui kesalahannya terkait kasus pemukulan tersebut. Hal itu disampaikan Imron Baihaqi saat dihubungi awak media, Rabu (3/2).

"Saya mengakui saya salah. Saya menyesal sekali dan juga berniat meminta maaf pada korban," ujarnya.

Kronologi kasus pemukulan, lanjut Imron Baihaqi, saat dirinya memacu mobil cukup kencang di Perumahan Bernady Land pada Minggu malam (31/1). Hal itu dilakukan lantaran terburu-buru pulang usai dikabarkan ayahnya sakit. Kondisi itu membuat emosi Imron Baihaqi tidak terkendali saat ditegur korban.

"Saya dapat telepon dari rumah kalau ayah saya sakit, jadi saya menyetir agak kencang. Lalu terjadi peristiwa (pemukulan) itu," jelasnya.

Imron Baihaqi berharap dapat segera menyampaikan permohonan maaf kepada korban secara langsung.

"Saya ingin segera meminta maaf tapi karena kondisi belum memungkinkan maka terpaksa masih belum. Tetapi secepatnya saya akan meminta maaf. Saya menyesal sekali atas kejadian ini," jelasnya.

Seperti diberitakan, Imron Baihaqi dipolisikan Dodik Wahyu Rianto, ketua RT di Perumahan Bernady Land karena melakukan pemukulan. Peristiwa terjadi setelah Dodik menegur Imron Baihaqi yang mengemudikan mobil Pajero warna putih dengan kecepatan tinggi di lingkungan perumahan.

Insiden itu juga mendapatkan perhatian DPC PPP Jember. Bahkan Imron Baihaqi telah diberi Surat Peringatan Tahap Pertama (SP 1). Selain itu, Imron Baihaqi juga dicopot sementara dari jabatan sebagai ketua PC Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Jember. Padahal, Imron Baihaqi baru dilantik sebagai ketua ormas kepemudaan PPP itu tiga hari sebelum insiden.

"Itu adalah kasus pribadi yang tidak ada urusannya dengan partai. Kasus ini cukup mencemarkan citra partai. Kami tidak akan memberikan pendampingan hukum kepada yang bersangkutan," jelas Ketua DPC PPP Jember HM Madini Farouq, seperti diberitakan Suara.

Komentar