Kamis, 04 Juni 2026 | 08:30
NEWS

Komjen Listyo Sigit Diingatkan Konsekuensi Polri Melek Teknologi, Guru Besar Unpad: Bakal Ada Pengurangan Personel

Komjen Listyo Sigit Diingatkan Konsekuensi Polri Melek Teknologi, Guru Besar Unpad: Bakal Ada Pengurangan Personel
Guru Besar Unpad Profesor Muradi. (Ist)

ASKARA - Kepala Polri terpilih Komjen Listyo Sigit Prabowo diingatkan konsekuensi penggunaan teknologi secara masif dalam kepemimpinan seperti yang dijanjikannya dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI.

"Kalau teknologi Polri 4.0 maka jumlah personel Polri bakal berkurang," kata Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Profesor Muradi dalam dialog Beranda Ruang Diskusi bertajuk "Kapolri Baru di Tengah Pandemi dan Mengawal Demokrasi," Jumat (22/1).

Menurutnya, bila dilaksanakan mungkin nanti tidak mencapai 800 ribu personel. Cukup 350 atau 400 ribu. 

"Sisanya ya teknologi semua. Ini kalau mau konsekuen," kata Muradi. 

Namun, menurut Muradi, konsep yang disampaikan Komjen Listyo Sigit masih belum jelas soal penggunaan teknologi tersebut di lingkungan Polri. 

Di sejumlah negara, penggunaan teknologi sudah dilakukan, seperti Spanyol yang menggunakan drone di perkotaan atau Inggris yang masif menggunakan teknologi informasi dalam pelayanan masyarakat.

Sebaiknya, kata Muradi, konsep ini dimatangkan untuk bisa dilakukan dalam tiga tahun ini. Karena ada keuntungan situasi yang dimiliki Komjen Listyo Sigit yakni bonus politik, artinya dalam tiga tahun tidak ada peristiwa politik penting.  

"Tiga tahun ini bonus politik. Jadi, semestinya situasi ini dimanfaatkan betul oleh Jenderal Listyo untuk take off dari Polri yang 3.0 ke 4.0," jelas Muradi.

Komentar