Minggu, 16 Mei 2021 | 01:06
JAYA SUPRANA

Jangan Gerogoti Peradaban Negeri Sendiri

Jangan Gerogoti Peradaban Negeri Sendiri

ASKARA - Gegara politik polarisasi maka Amerika Serikat terpecah belah. Demo menggelora akibat pembunuhan warga ras tertentu disiksa bahkan dibunuh oleh polisi, gedung Capitol sebagai lambang demokrasi diserbu kaum pendukung supremasi kulit putih sehingga Donald Trump yang sudah menderita akibat kalah pilpres malah dimakzulkan oleh kongres sementara perang saudara antar sesama warga USA yang terpecah-belah menjadi dua golongan yang saling membenci lestari berkobar di medsos.

Gerogot
Tampaknya USA Empire sedang menempuh perjalanan nasib sama dengan Roman Empire mau pun Ottoman Empire atau empire-empire lain-lainnya seperti yang disimpulkan oleh Gibbon, Spengler, Toynbee. Menurut tiga mahasejarawan tersebut, keruntuhan peradaban negara dan bangsa adalah akibat menggerogoti diri sendiri masing-masing. Tampaknya Amerika Serikat yang pada abad XX de facto menjadi negara paling adikuasa malang-melintang menguasai dunia sehingga bahkan dianggap dan menganggap diri sebagai polisi dunia ternyata pada awal abad XXI mulai asyik menggerogoti peradaban diri sendiri demi memecah-belah diri sendiri sebagai pertanda gejala keruntuhan peradaban Amerika Serikat di panggung pergelaran  geopolitik marcapada.

Persatuan Indonesia
Insya Allah, Indonesia tidak akan sedemikian bodoh sehingga meniru Amerika Serikat yang di masa menghadapi angkara murka virus Corona alih-alih bersatu padu demi gotong royong melawan Covid-19 malah sibuk memecah belah diri sendiri dengan politik polarisasi . Semoga bangsa Indonesia lebih arif dan lebih bijak ketimbang bangsa Amerika Serikat maka segera menghentikan angkara murka politik polarisasi yang menggerogoti sendi-sendi peradaban bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Segera berhenti memecah-belah negeri sendiri dengan menghentikan perilaku saling membenci, saling memfitnah, saling menghujat dengan sebutan kampret, cebong, kaldrun, radikal serta sebutan beraroma SARA lain-lainnya. Tidak percuma dan bukan kebetulan sila Persatuan Indonesia terletak di tengah-tengah sebagai poros Pancasila. Mari kita bersatu padu demi membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beradab berkat memiliki bekal pedoman Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia bukan hanya sebagai slogan hampa belaka namun benar-benar terejawantahkan sebagai sikap dan perilalu nyata! Merdeka!

Komentar