Minggu, 16 Mei 2021 | 01:06
JAYA SUPRANA

Telaah Apimologi

Telaah Apimologi
Buta Rambutgeni (Dok Indigo Art Gallery)

Apa yang disebut sebagai api memiliki peran cukup penting dalam kehidupan manusia meski api tidak sepenting air bagi kehidupan manusia. Tanpa api manusia masih bisa hidup meski tentu kurang nyaman misalnya dalam memasak makanan untuk dimakan atau memberi kehangatan pada musim dingin. Api berperan sebagai sumber terang di malam hari seperti api lilin dan api obor sebelum ditemukannya teknologi listrik untuk menyalakan lampu pijar. 

Kimiawi

Api adalah oksidasi cepat terhadap suatu material dalam proses pembakaran kimiawi yang menghasilkan panas, cahaya serta berbagai hasil reaksi kimia lainnya. Api berupa energi berintensitas yang bervariasi dan memiliki bentuk cahaya (dengan panjang gelombang juga di luar spektrum visual sehingga dapat tidak terlihat oleh mata manusia) dan panas yang juga dapat menimbulkan asap. Warna api dipengaruhi oleh intensitas cahayanya yang biasanya digunakan untuk menentukan apakah suatu bahan bakar termasuk dalam tingkatan kombusi sehingga dapat digunakan untuk keperluan manusia (misal digunakan sebagai bahan bakar api unggun, perapian atau kompor gas) atau tingkat pembakar yang keras yang bersifat sangat penghancur, membakar dengan tak terkendali sehingga merugikan manusia (missal kebakaran gedung, hutan, kapal, pesawat terbang dan sebagainya). Penemuan cara membuat api merupakan salah satu hal yang paling berguna bagi manusia, karena dengan api, dapat aman dari hewan buas, memasak makanan, dan mendapat sumber cahaya serta menjaga dirinya agar tetap hangat. Bahkan masih banyak masyarakat zaman sekarang yang primitif menganggap api adalah sumber kehidupan segala makhluk hidup. Api sendiri terbentuk ketika udara terutama oksigen mengalami penggabungan dengan benda yang mudah terbakar atau bahan bakar yang kemudian mendapat energi panas yang kemudian memicu reaksi kimia antara oksigen, bahan bakar, dan energi panas. Api yang ditemukan di bumi umumnya menghasilkan energi yang kecil dibandingkan energi api dari bintang apalagi matahari. Kembang api merupakan mahahakarya seni pyrotehnik yang mendayagunankan potensi api sebagai bahan kreatifitas menciptakan karya seni.

Wayang

Pada pergelaran wayang kulit, cahaya yang keluar dari api berperan sangat penting dalam memungkinkan efek bayangan pada <i>geber</i> alias layar untuk pergelaran wayang kulit. Tanpa cahaya tidak ada bayangan maka pergelaran wayang kulit hanya bisa dinikmati dari depan <i>geber</i> saja. Sementara api berperan cukup penting pada kisah-kisah wayang purwa seperti misalnya Anoman membakar kawasan istana Alengkadiraja atau Kurawa berusaha membunuh Pandawa Lima dan Kunti dengan membakar pesanggrahan di mana mereka berada. Dalam lelakon  <i>Sinta Obong</i> secara konyol Rama menuntut Sinta untuk membuktikan kesucian dirinya dengan terjun ke kobaran api dahsyat setelah lama tinggal bersama Rahwana. Sementara curang, Rama tidak dituntut membuktikan kesucian dirinya padahal lama hidup mengembara tidak bersama Sinta. Nama superhero tak terkalahkan Wisanggeni juga mengandung kata <i>geni</i> yang berarti api. Tokoh raksasa Buta Rambutgeni berambut api menyala memang mengerikan namun senasib Cakil dan Burisrawa dalam pertarungan melawan Punakawan selalu tidak pernah menang.

Potensi

Pada kenyataan kehidupan, api berperan dalam malapetaka alam skala dahsyat seperti kebakaran hutan mau pun ledakan gunung berapi. Api juga digunakan dalam perang untuk membakar rumah rakyat mau pun membinasakan musuh dengan senjata penyembur api. Kemampuan berjalan di atas bara yang sedang membara merupakan kesaktian para supranaturalis yang tidak dimiliki manusia biasa. Mahluk mitologis seperti naga lazimnya memiliki kesaktian menyembur api. Api sangat dibutuhkan untuk menempa logam namun api bisa berdaya destruktif membahayakan nyawa manusia apabila lepas kendali. Namun sama halnya dengan air sebenarnya api memiliki potensi positif dan konstruktif bagi umat manusia selama didayagunakan secara tepat dan benar oleh manusia bagi manusia dan alam. Peribahasa jauh panggang dari api merupakan pengingatan bagi manusia agar mampu mendayagunakan potensi api secara tepat dan benar.  

Komentar