16 Kantong Jenazah Sudah Tiba di RS Polri, Segera Diidentifikasi
ASKARA - Memasuki hari ketiga, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu.
Sementara, RS Polri sudah ada 16 kantong jenazah berisi body part pesawat.
"Sampai jam 09.00 WIB ini juga tim DVI menerima 16 kantong jenazah dan tiga kantong properti," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (11/1).
Rusdi menyebut belasan kantong jenazah itu hari ini mulai dilakukan proses identifikasi. Identifikasi berdasarkan data yang sudah dikumpulkan oleh pihaknya terhadap keluarga korban.
"Tentunya tugas-tugas ke depan dari anggota posmortem akan mengidentifikasi kantong jenazah dan petugas-petugas antemortem akan tetap mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dari keluarga korban," ungkap Rusdi.
Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJY-182 dinyatakan hilang kontak, Sabtu (9/1) sore.
Dalam aplikasi flightradar24 tertulis, status pesawat tidak diketahui.
Masih dalam aplikasi flightradar24, pesawat tertulis terbang dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 14.36 WIB. Pesawat dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.15 WIB di Pontianak.
Mengacu catatan terbang di flightradar24, pesawat tak terpantau setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Tepatnya ketika berada di atas perairan Kepulauan Seribu.
Masih mengacu catatan terbang di flightradar24, pesawat sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki di perairan Kepulauan Seribu. Ketika itu, kecepatan pesawat tercatat 287 knots.
Namun, kecepatan pesawat menurun setelah mencapai ketinggian 10.900 kaki. Tercatat, kecepatan pesawat menurun ke 224 knots saat ketinggian 8.950 kaki.
Tidak lama kemudian, kecepatan pesawat SJ-182 terus menurun ke 115 knots dengan ketinggian 5.400 kaki. Berselang setelah itu, ketinggian pesawat langsung turun hingga 250 kaki.
Total, pesawat tersebut mengangkut 62 orang di antaranya 12 kru pesawat dan 50 penumpang. 50 penumpang itu terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi.

Komentar