Fadly Satrianto, Kru Ekstra Sriwijaya Air yang Bakal Menikah dengan Dokter
ASKARA - Seorang kru esktra pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bernama Fadly Satrianto menjadi salah seorang korban jatuhnya pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) kemarin.
Fadly dikenal sebagai sosok periang dan sangat dekat dengan kedua orang tuanya.
"Adik saya yang nomor tiga ini periang. Beliau paling ramai dibanding kami semua dan paling dekat dengan ibu," ujar Juan Setadi, kakak korban di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Minggu (10/1).
Fadly merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga tahun 2011 dan dikenal merupakan sosok yang pekerja keras.
"Adik saya juga sangat pekerja keras. Dia dulu di Boeing menjadi kru kantor. Lalu mendapat kesempatan untuk pendidikan Boeing di tahun 2016-2017 sebagai co-pilot," kata Juan.
Sebelum mengudara dengan pesawat Sriwijaya Air, Fadly sempat mengajak tiga generasi keluarga untuk berfoto bersama.
"Saya pribadi baru sadar setelah kejadian ini. Pada akhir Desember beliau mengajak tiga generasi keluarga yang isinya cowok semua untuk berfoto bersama. Kami baru sadar ini mungkin firasat dari beliau," kenang Juan.
Saat kejadian, Fadly merupakan kru-ekstra pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terbang ke Pontianak dengan tujuan untuk menerbangkan pesawat lainnya.
"Beliau sebagai kru-ekstra dan duduk di bangku nomor 40. Jadi beliau ini naik Sriwijaya dengan tujuan ke Pontianak untuk misi menerbangkan pesawat lain dengan tujuan lain," terang Juan.
Fadly Satrianto diketahui telah bertunangan dan berencana untuk segera menikah dengan kekasihnya yang berprofesi sebagai dokter. Pernikahan Fadly dan tunangannya sempat diundur lantaran pandemi Covid-19.

Komentar