6 Ribu Warga Kabupaten Blitar Bakal Divaksin Covid-19 Tahap Pertama
ASKARA - Sebanyak 668.364 warga Kabupaten Blitar, menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 pada 2021. Selain tenaga kesehatan (nakes), ada tiga kelompok masyarakat lain yang diprioritaskan pada vaksinasi tahap awal ini.
Adapun jumlah total yang akan divaksin pada tahap awal yang direncanakan pertengahan Januari 2021 ini sebanyak 6.415 orang, terdiri dari TNI-Polri 1.377 orang, nakes 4.644 orang, Satpol PP 70 orang dan petugas pelayanan masyarakat sebanyak 324 orang.
"Untuk nakes secara keseluruhan, termasuk klinik dan RS negeri maupun swasta," ujar Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, Rabu (6/1).
Sementara itu sesuai data yang dirilis Dinkes Kabupaten Blitar per 3 Januari 2021, total jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 2.075 orang. Dengan total sembuh 1.693 dan meninggal konfirmasi Covid-19 sebanyak 149 orang.
Setelah vaksinasi tahap pertama selesai, Pemkab Blitar akan melaksanakan vaksinasi tahap kedua untuk masyarakat dengan rentang usia 18-59 tahun. Rentang usia ini menjadi prioritas karena pada usia tersebut tubuh manusia rentan terserang Covid-19.
Alasan dipilihnya sasaran dalam rentang usia tersebut (18 – 59 tahun), diungkapkan Krisna karena pada usia tersebut yang rentan terserang Covid-19.
“Sehingga masuk dalam pendataan, sasaran vaksin Covid-19 untuk masyarakat. Ini sudah kita data, namun belum dibedakan antara yang mampu atau tidak mampu. Karena masih menunggu aturan lebih lanjut dari pusat,” ungkapnya.
Saat ini Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar sedang dalam proses verifikasi dan validasi data identitas calon penerima vaksin tahap awal. Nantinya, data ini akan diserahkan kepada pemerintah pusat untuk mengetahui jumlah akumulatif kebutuhan vaksin bagi Kabupaten Blitar.
“Karena dengan data tersebut, akan diberikan pasokan kebutuhan vaksin dari pemerintah,” jelas Krisna.
Selain menunggu petunjuk dari pusat mengenai sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua, juga dipersiapkan sarana dan SDM yang akan melakukan vaksinasi.
“Karena tidak sembarang nakes yang bisa melakukan vaksinasi, jadi perlu persiapan juga. Pemkab Blitar telah menyiapkan 32 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) untuk pelaksanaan pemberian vaksin kepada masyarakat. 32 fasyankes itu terdiri 24 puskesmas yang tersebar di 22 kecamatan dan delapan rumah sakit serta klinik. Teknis pelaksanaan, masing-masing fasyankes bisa memberikan vaksin sebanyak 15 warga per hari,” bebernya.
Berdasarkan SK dari Kementerian Kesehatan, bagi yang namanya masuk dalam daftar vaksin COVID-19, akan mendapat pemberitahuan melalui pesan singkat (SMS). Sesuai rencana, vaksin tahap awal dilaksanakan di tingkat kabu[aten/kota pada pertengahan Januari ini.
"Sampai hari ini kami belum tahu dapat jatah berapa dari angka yang kita ajukan ke provinsi. Kalau simbolis Pak Presiden kan tanggal 13, diterima Jatim tanggal 14, diharapkan tanggal 15 Januari bisa dilaksanakan di kabupaten/kota. Pertama kami berikan kepada 4.644 nakes," tandasnya.
Pemkab Blitar sendiri dalam melaksanakan vaksinasi telah menyiapkan anggaran vaksin Covid-19 sebesar Rp 50 miliar dalam pos Belanja Tidak Terduga (BTT) pada APBD 2021. Anggaran tersebut peruntukannya bencana alam dan bencana non alam, termasuk penanganan Covid-19 yaitu vaksinasi.

Komentar