Kamis, 04 Juni 2026 | 07:55
NEWS

Produsen Tahu Tempe Masih Mogok Produksi

Produsen Tahu Tempe Masih Mogok Produksi
Ilustrasi. (Antara)

ASKARA - Produsen tahu dan tempe di DKI Jakarta melakukan mogok produksi sejak Jumat (1/1). Aksi itu dilakukan sebagai protes terhadap kenaikan harga bahan baku kacang kedelai. 

Mogok produksi diikuti sekitar 5000 pelaku UKM yang tergabung di Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta.

Sekretaris Puskopti DKI Handoko Mulyo mengatakan, kenaikan harga bahan baku kedelai dari Rp 7200 menjadi Rp 9200 per kilogram.

"Mulai 1 Januari 2021 sampai 3 Januari 2021 para pengrajin tempe tahu berhenti produksi," kata Handoko, Sabtu (2/1).

Aksi mogok produksi itu telah disampaikan kepada sekitar 5000 produsen maupun pedagang tahu dan tempe di Jakarta melalui surat Nomor 01/Puskopti/DKI/XII/2020 yang dikeluarkan Puskopti DKI Jakarta pada 28 Desember 2020.

Seruan mogok juga disampaikan kepada jajaran pengurus di wilayah Jawa Barat. Keputusan menghentikan sementara proses produksi disepakati jajaran pengurus Puskopti pada Kamis 31 Desember 2020.

"Malam Sabtu sampai malam Minggu tanggal 2 Januari 2021 semua tidak berjualan. Malam Senin tanggal 3 Januari 2021 sudah ada penjualan di pasar," kata Handoko.

Namun Puskopti mengimbau kepada seluruh anggota untuk menaikkan harga jual tahu dan tempe minimal 20 persen dari harga awal untuk mengantisipasi kerugian.

"Kami juga sudah berkomunikasi dengan jajaran pengurus di Jawa Barat agar kenaikan harga dilakukan secara kompak," jelas Handoko.

Selama aksi mogok berlangsung seluruh anggota dilarang berbuat anarkis atau melanggar aturan hukum. 

"Perbuatan melanggar hukum ditanggung sendiri akibatnya," kata Handoko.

Komentar