Kamis, 25 Februari 2021 | 11:53
TRAVELLING

Penutupan Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang Hingga 31 Maret 2021, Ini Alasannya

Penutupan Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang Hingga 31 Maret 2021, Ini Alasannya
Gunung Semeru (Dok INews.id-Yuswantoro)

ASKARA - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah memutuskan memperpanjang penutupan pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur hingga 31 Maret 2021 mendatang.

Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram @bbtnbromotenggersemeru dengan menuliskan tagar Sahabat Mentari Tengger. Hal itu membuat sedih para pencinta alam yang menantikan panorama keindahan Gunung Semeru. 

"Mimin ingin menyampaikan kabar mungkin kurang menggembirakan untuk sahabat semua khususnya pecinta Gunung Semeru. Karena rindu itu kembali harus tertahan di hati kalian masing-masing sekali lagi," tulis akun Instagram tersebut, Kamis (31/12). 

Perpanjangan penutupan Gunung Semeru disampaikan melalui Surat Pengumuman nomor PG.15/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/12/2020 tentang penutupan total pendakian Gunung Semeru.

Surat pengumuman yang berisi perpanjangan penutupan itu, dengan mempertimbangkan curah hujan yang tinggi di kawasan Gunung Semeru serta pemulihan ekosistem.

"Pertimbangan-pertimbangan yang sudah dijelaskan pada pengumuman, maka Mimin sampaikan Pendakian Gunung Semeru ditutup untuk seluruh kunjungan, sampai dengan tanggal 31 Maret 2021," jelasnya. 

Bagi kalian yang sudah mendaftar untuk keberangkatan pada hari yang ditutup baik tahun 2019 maupun 2020, harap bersabar untuk informasi selanjutnya dari pihak pengelola Gunung Semeru.

"Mekanisme pergantian jadwal akan mimin sampaikan dikemudian hari sembari melihat perkembangan kondisi aktivitas Semeru. Mohon maaf jika kurang berkenan ya sahabat," imbuhnya. 

"Untuk saat ini, mari bersama-sama kita doakan agar Gunung Semeru lekas pulih dan tetap memprioritaskan keselamatan dan menaati seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku," tambahnya. 

Sebelumnya, melalui Surat Pengumuman nomor PG.10/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/11/2020, TNBTS telah menutup sementara gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (Mdpl) itu sejak 30 November akibat peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Semeru.

 

Komentar