Minggu, 07 Juni 2026 | 22:17
NEWS

Bantah Terlibat Korupsi Bansos, Gibran: Itu Nggak Benar

Bantah Terlibat Korupsi Bansos, Gibran: Itu Nggak Benar
Gibran Rakabuming Raka. (IG/gibran_rakabuming)

ASKARA - Putra sulung Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka angkat bicara perihal kabar yang mengaitkan dirinya terlibat kasus korupsi dana bantuan sosial. Dia membantah dengan tegas kabar tersebut. 

Menurut Gibran, tudingan tersebut tidak berdasar karena dirinya belum pernah bertemu dengan mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara.

"Itu nggak benar itu. Saya itu tidak pernah merekomendasikan atau memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Itu berita yang tidak benar," katanya di Banyuagung, Kecamatan Banjarsari, Senin (21/12).

Selain tidak pernah bertemu Juliari, Gibran juga tidak pernah berkomunikasi terkait pengadaan tas kain untuk penyaluran bantuan sosial terdampak Covid-19.

"Kenal sih kenal tapi belum pernah ketemu sama sekali. Apalagi merekomendasikan goodie bag. Nggak pernah sekalipun," ucap Gibran.

Ayah satu anak itu menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar. Dia pun menyinggung sejumlah proyek besar yang dikerjakan pemerintah dengan nilai sangat fantastis. Namun dirinya tak pernah memiliki niat korupsi. 

"Kalau mau korupsi kenapa baru sekarang, nggak dulu-dulu? Kalau pengen proyek ya proyek yang lebih gede. PLN, Pertamina, jalan tol. Itu nilainya triliunan. Tapi saya enggak pernah seperti itu," jelas Gibran.

Mengenai isu uang korupsi bansos Covid-19 mengalir ke sejumlah calon kepala daerah yang diusung PDIP pada Pilkada Serentak 2020 juga tidak benar. Semua pihak dapat memeriksa aliran dana kampanye yang digunakan di Pilkada Kota Solo.

"LHKPN, dana kampanye silakan dicek saja, semuanya online kok. Kalau mau jelas ya ketemu Bu Roro (Bendahara DPC PDIP Solo Roro Indradi Sarwo Indah). Saya nggak pernah ada yang ditutup-tutupi," tutur Gibran.

Nama Gibran disebut-sebut terlibat dalam korupsi bansos setelah dirinya diduga ikut dalam merekomendasikan PT Sritex sebagai pemasok tas pembungkus paket bansos.

Komentar