Kamis, 23 Juli 2026 | 09:54
NEWS

Pemilihan Lurah Secara E-Voting di Kabupaten Sleman, Pertama di Indonesia

Pemilihan Lurah Secara E-Voting di Kabupaten Sleman, Pertama di Indonesia
Lurah terpilih Indra Gunawan menggunakan filosofi sapu dalam mempererat kesatuan persatuan untuk memajukan Desa Tirtomatani Kalasan (Istimewa)

ASKARA - Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilihan lurah yang digelar di 49 kalurahan dan 17 kapanewon, persaingan para calon untuk merebut hati masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman cukup ketat. 

Selain kelengkapan APD, peralatan untuk e-voting juga sudah disalurkan oleh dinas terkait. Sehari sebelum pemilihan, telah digelar simulasi untuk menghindari kendala teknis. Dalam pelaksanaan seluruh peralatan dan petugas teknis sudah tersertifikasi. Peralatan yang digunakan pun sudah sesuai dan tidak ada kerusakan. 

Pantauan Askara, warga sangat antusias berdatangan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sejumlah kalurahan. Di Desa Tirtomartani Kalasan, warga mendatangi TPS di masing-masing padukuhan untuk menentukan pilihan. Warga mendatangi TPS sesuai jam yang sudah ditentukan. 

Pemilihan lurah dimasa pandemi Covid-19, selain menggunakan protokol kesehatan, Sleman menjadi satu-satunya kabupaten yang menggelar Pemilihan Lurah (Pilur) dengan e-voting secara serentak yang banyak menimbulkan kejutan. 

Tidak hanya hasil pilihan lurah dapat diketahui secara cerdas, cepat dan akurat, juga tidak ribet seperti waktu memakai (coblosan) paku.

Bahkan dari 49 kalurahan dan 17 kapanewon, ada 45 mantan lurah (kepala desa) yang kembali berebut kursi nomor satu di desanya. Namun dengan cara e-voting ini hampir separuhnya tumbang. Tak kecuali di Desa Tirtomartani Kalasan, yang dimenangkan oleh H. Indra Gunawan dengan selisih suara tipis dari incumbent. 

Saat ditemui Askara di rumahnya yang juga posko kemenangan, H. Indra Gunawan mengatakan bahwa dengan pemilihan e-voting pertama kali ini semuanya jadi clear

Dia pun berharap, model pemilihan ini ke depan bisa dipakai sebagai model pemilihan pilpres, pilkada maupun pileg. 

"Selain tidak memerlukan kertas cetak suara, data langsung dapat terekam dengan baik serta akurat," ujarnya. (Gosong Cahyono/Askara Yogyakarta)

Komentar