Minggu, 07 Juni 2026 | 03:34
NEWS

Mantan Kepala BIN Hendropriyono Ingatkan Bahaya Radikalisme Rizieq Shihab

Mantan Kepala BIN Hendropriyono Ingatkan Bahaya Radikalisme Rizieq Shihab
Hendropriyono (Dok Istimewa)

ASKARA - Guru Besar Intelijen sekaligus mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono menyampaikan pesan kepada generasi muda menghadapi radikalisme. 

Dalam tulisan panjangnya di Twitter, pria bernama Abdullah Mahmud Hendropriyono itu mengatakan, dalam waktu yang hampir bersamaan terjadi peristiwa-peristiwa yang perlu dicermati dan disikapi dengan tepat, agar dapat dipahami semua generasi. 

"Terutama untuk generasi muda agar tidak tersesat. Saya perlu menyampaikan pemahaman," tulisnya, Jumat (18/12). 

Keberadaan Abubakar Baasyir (ABB) dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dalam tahanan saat ini dipastikan akan dimanfaatkan para politikus tertentu untuk mengail di air keruh.  

"Mereka akan (bahkan sudah mulai) mengambil kesempatan ini untuk kepentingan politik pribadinya," katanya. 

"Jangan sampai manuver-manuver mereka (politikus) menyesatkan dan memperbudak pikiran banyak orang, terutama generasi muda," sambungnya. 

Berikut pesan lengkapnya: 

Dalam waktu yang hampir bersamaan terjadi peristiwa-peristiwa yang perlu dicermati dan disikapi dengan tepat, agar dapat dipahami semua generasi. Terutama untuk generasi muda agar tidak tersesat. Saya perlu menyampaikan pemahaman.

Keberadaan Abubakar Baasyir (ABB) dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dalam tahanan saat ini dipastikan akan dimanfaatkan para politikus tertentu untuk mengail di air keruh.  Mereka akan (bahkan sudah mulai) mengambil kesempatan ini untuk kepentingan politik pribadinya.

Jangan sampai manuver-manuver mereka (politikus) menyesatkan dan memperbudak pikiran banyak orang, terutama generasi muda.

Alhamdulillah gembong kejahatan terorisme Zulkarnain, Kepala Asykari (Sayap Bersenjata) Jamaah Islamiah yang masuk DPO kasus bom Bali I, kerusuhan Ambon dan Poso ditangkap aparat keamanan di Lampung Timur.

Yang perlu dipahami, jika terorisme merupakan pohon, maka akarnya adalah radikalisme. Radikalisme dikembangkan oleh ABB yang kini dlm penjara dan ternyata didukung oleh MRS.

Dengan ditangkapnya imam Front Pembela Islam (FPI) tersebut saya perlu mengingatkan kepada segenap komponen bangsa.

Kepada anak-anak kita kaum muda bangsa agar segera sadar dan kembali kepada dirimu sendiri. Jangan mau terus dipengaruhi untuk berbuat syirik.

Mengutip kata KH Mustofa Bisri, berhentilah mempertuhankan dirimu sendiri, dengan mengadili orang lain sebagai berbuat ma'ruf atau munkar. Berhentilah membenci, menyakiti atau menghukum orang lain.

Mereka adalah mahluk ciptaan Allah, bukan ciptaan kamu. Kalian dan tak seorang pun dari kita pernah mendapat mandat dari Allah, tidak juga dari hukum negara atau mandat dari rakyat Indonesia. Kalian hanya terjebak oleh para politikus, yang menyalahgunakan keimananmu.

Jangan kau dengar lagi pidato yang berkobar-kobar, ceramah atau dakwah yang menghasut dan menyebarkan berita bohong yang simpang siur.

Jika kini para politikus berteriak membakar hatimu, seolah-olah membela kamu, pura-pura membela pemimpinmu dan seperti membela agama kita, sejatinya mereka hanya mau menunggangi kamu, untuk keperluan politiknya atau nafsu pribadinya.

Kepada kaum ibu tolong menerangi hari depan anak-anak kita, cerahkan pikiran mereka agar mampu berpikir cerdas dan bijak demi keselamatan dan keberhasilan anak-anak kita dalam menjalani hidup.

Anak-anakku generasi penerus bangsa Indonesia, pulanglah kamu ke lubuk hatimu masing-masing. Tinggal dan beribadahlah di rumah untuk menghindari penyakit covid-19 yang sangat berbahaya ini, yang bisa merenggut nyawamu atau orang-orang yang kamu cintai sewaktu-waktu.

Hentikan keluar rumah, turun ke jalan, mengamuk melampiaskan emosi, yang sebenarnya tidak ada gunanya bagi kamu semua. Jangan sampai terperangah oleh provokasi siapapun. Berhentilah  berbuat yang merusak nasibmu sendiri, menggelapkan masa depan anak-anak dan keturunanmu sendiri.

Mari kita berdoa,semoga Tuhan YME memberikan petunjukNya kepada kita, sebagaimana yg diberikan kpd mrk yg telah memperoleh petunjuk,sehingga negara mereka kini maju sbg bangsa adidaya di dunia.Yang kita harapkan-harapkan adlh mendapat ridho,perlindungan dan kasih sayang dariNya


Salam sayang penuh harapan kpd generasi penerus bangsa.

Dari saya :
Guru Besar Intelijen STIN.
Ketua Senat Dewan Guru Besar STHM.

Komentar