Kamis, 04 Juni 2026 | 08:21
NEWS

Berita Terpopuler: Keluar Masuk Jakarta Wajib Rapid Tes Antigen, Anggota FPI Bawa Senjata dan Panah Hingga Komando FPI untuk Turun ke Jalan

Berita Terpopuler: Keluar Masuk Jakarta Wajib Rapid Tes Antigen, Anggota FPI Bawa Senjata dan Panah Hingga Komando FPI untuk Turun ke Jalan
Rapid Tes Corona (Istimewa)

ASKARA - Diwajibkan menyertakan hasil rapid test antigen saat keluar masuk wilayah DKI Jakarta jelang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 menjadi berita yang paling banyak dibaca, Kamis (17/12) kemarin.

"Mulai tanggal 18 (Desember 2020) sampai dengan tanggal 8 Januari (2021) semua wajib sertakan rapid test antigen," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo dalam keterangannya, Rabu (16/12).

Syafrin menjelaskan, rapid test antigen itu diprioritaskan bagi yang melakukan perjalanan melalui maskapai penerbangan. Pasalnya rapid test antigen itu sudah menjadi kebijakan nasional. 

Selengkapnya, pembaca setia Askara dapat klik tautan ini: Keluar Masuk Jakarta Wajib Rapid Test Antigen, Catat Tanggal Berlakunya

Berita kedua yang paling banyak dibaca adalah polisi mengamankan sebuah mobil jenis minibus di kawasan Nagreg, Cicalengka, Jawa Barat, Kamis sore (17/12).

Informasi yang disampaikan akun Facebook Denny Siregar menyebut, mobil itu ditumpangi beberapa anggota FPI yang bergerak menuju Jakarta untuk mengikuti aksi protes 1812 pada Jumat besok (18/12).

"Sebuah mobil berisikan anggota FPI ditangkap oleh kepolisian di Nagreg Cicalengka. Mereka mau demo besok di Jakarta," tulis Denny Siregar dalam keterangan unggahannya.

Silakan diklik berita lengkapnya di sini: Bawa Senjata Tajam dan Panah, Polisi Tangkap Mobil yang Ditumpangi FPI di Nagreg

Berita selanjutnya terkait penahanan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Presidium Aliansi Selamatkan Merah Putih, Edy Mulyadi memperkirakan seruan aksi pada 18 Desember 2020 bakal diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang menuntut pembebasan Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Rencana aksi itu ternyata terendus Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono. Dia mengungkap ada potensi jutaan umat turun ke jalan minta Habib Rizieq dibebaskan. 

"Dalam perkiraan saya jumlah yang hadir saya kira cukup besar. Ini bukan cuma saya, mantan Kepala BIN Hendropriyono jauh-jauh hari sudah mengingatkan," kata Edy melalui akun YouTube miliknya, Kamis (17/12). Klik di sini untuk lebih lengkapnya: Penahanan Rizieq Shihab Disambut Umat Sebagai Komando Turun ke Jalan

Komentar