FPI Mau Demo 1812, Tagar #DemoCovidMenanti Ramai di Twitter
ASKARA - Jelang demonstrasi 1812 yang rencananya bakal digelar Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI di depan Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (18/12), diramaikan dengan tanda pagar (tagar) #DemoCovidMenanti meramaikan lini masa Twitter.
Tagar tersebut disisipkan dalam setiap postingan netizen yang menolak aksi unjuk rasa 1812 dan massa kontra demonstrasi yang mengimbau agar masyarakat tidak ikut serta dalam aksi yang diramaikan anggota Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama itu.
"Korban Covid-19 tiap hari terbaring di ruang isolasi dan perawatan. Rumah sakit sudah penuh dan tidak dapat menampung lagi pasien yang sudah berjatuhan. Masyarakat abai dengan Adaptasi Kehidupan Baru yang harusnya ditaati sebagai tanggung jawab bersama,” tulis akun @Txtdaripolitikus.
“Apa gak mikir ya dengan kondisi yang seperti ini korban terus berjatuhan, ayolah jangan dimanfaatkan kelompok tertentu lebih baik menjadi warga negara yang taat hukum dengan ajukan Gugatan Pra Peradilan atau penangguhan terhadap kepentingan MRS," balas akun @ade_nurdin90.
Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 meminta Satgas di DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya bersikap tegas merespons rencana aksi ini.
"Satgas DKI dan Polda harus tegas melarang adanya kerumunan," ujar Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.
Doni mengingatkan soal aturan di DKI Jakarta terkait larangan adanya kerumunan. Apalagi saat ini kasus Covid-19 kembali mengalami peningkatan.
"Di daerah kan sudah ada Perda dan Pergub yang mengaturnya," kata Doni.
Doni meminta Pemda dan pihak kepolisian tegas menjalankan aturan serta menyikapi potensi pelanggaran protokol kesehatan.
"Sesuaikan dengan aturan yang sudah dibuat oleh tiap daerah tentang penegakan protokol kesehatan," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Front Pembela Islam (FPI) berencana menggelar Aksi 1812 yang undangannya beredar sangat masif di berbagai media sosial. Aksi tersebut menuntut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dibebaskan.
PA 212, salah satu ormas Islam yang tergabung dalam aliansi tersebut, menyebut salah satu tuntutan mereka adalah meminta kasus penembakan terhadap enam anggota laskar FPI diusut tuntas.
Wakil Sekjen PA 212, Novel Bamukmin mengklaim, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan Aksi 1812 ke pihak Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.
Novel enggan memprediksi berapa jumlah massa yang akan hadir. Ia hanya bisa menjamin para peserta tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona saat menggelar aksi.
Upaya FPI ini memang bukan hal baru, sebab beberapa kejadian sebelumnya, FPI terus melakukan penekanan kepada pemerintah atas beberapa perkara yang menimpa kelompok FPI. Pertama, berkaitan dengan pemeriksaan Rizieq Shihab atas kerumunan pada awal November pada acara penjemputan kepulangannya di Bandara Soekarno Hatta. Kedua, kerumunan dalam pesta pernikahan putri Rizieq Shihab dan sekaligus Maulid Nabi.
Tidak banyak pihak memberikan respons atas rencana aksi yang diperkirakan bakal membuat kerumunan. Oleh karena itu, masyarakat ramai-ramai membangun tagar #DemoCovidMenanti di Twitter.

Komentar