Senin, 15 Juni 2026 | 19:02
NEWS

Berita Terpopuler: Sejoli Mesum di Lampu Merah, Pak Haji Sebut Polisi Seperti PKI dan Kapolda Diancam Dibunuh

Berita Terpopuler: Sejoli Mesum di Lampu Merah, Pak Haji Sebut Polisi Seperti PKI dan Kapolda Diancam Dibunuh
Sejoli diduga mesum di lampu merah (tangkapan layar)

ASKARA - Aksi sejoli yang diduga melakukan perbuatan asusila di lampu lalu lintas viral di media sosial. Sang lelaki tak malu-malu memegang payudara perempuan yang sedang mengemudikan sepeda motor.

Kejadian itu terekam kamera seseorang di Jalanan Kota Surabaya. Suara perekam dalam logat bahasa Madura menyebut bahwa si pria sedang memegangi bagian intim si perempuan. "Sosonah etogguk bereng, haram sosoneh etogguh jeh sosonah (payudaranya dipegang juga, susunya itu dipegang susunya)," ungkap si perekam. 

Perekam video tersebut juga menduga bahwa si pria itu sedang mabuk atau dalam pengaruh alkohol. Bahkan ia juga sempat mengatakan kalau pria itu memakai obat-obat terlarang, seperti di wajahnya yang terlihat sedang teler. 

Berita di atas merupakan berita terpopuler yang dipublish Askara, selama sehari, Selasa kemarin (15/12). Selengkapnya dapat klik: Diduga Mesum Saat Menunggu Lampu Merah, Sejoli Dicari Polisi

Lalu, ada seorang pria bernama Haji Romli (50). Dia mengeluarkan kalimat yang menyudutkan pihak kepolisian saat datang bersama puluhan orang ke Polsek Tanggul, Jember, Jawa Timur. 

Haji Romli menyebut, institusi Polri saat ini bertingkah seperti PKI (Partai Komunis Indonesia).

"Ini kepolisian tingkahnya kayak PKI, bukan seperti kepolisian yang dulu. Sekarang pemerintahan itu dikuasai dengan PKI!" teriaknya.

Dalam video yang beredar luas, Haji Romli juga meminta agar Presiden Jokowi memperhatikan umat Islam, bukannya memperhatikan cukong-cukong China. Anda dapat membaca berita lengkapnya di sini: Sebut Polisi Seperti PKI, Begini Ending Pak Haji Asal Jember Ini

Ketiga, Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin mendukung Polri menangkap seorang pria berinisial S (40), yang mengancam membunuh Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran melalui aplikasi pesan WhatsApp. 

Mantan Ketua Komisi III DPR itu meminta aparat melakukan proses sesuai hukum dan aturan yang berlaku terhadap pelaku. 

"Polisi sebagai aparat penegak hukum wajib menjalankan ketentuan hukum sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku, tentu semuanya diproses sesuai dengan fakta yang terungkap dalam proses penyelidikan dan penyidikan," kata Azis, Selasa (15/12). Silakan klik tautan ini untuk lebih lengkapnya: Kapolda Metro Jaya Diancam Dibunuh, Ini Reaksi Wakil Ketua DPR

Komentar