Senin, 08 Juni 2026 | 04:33
NEWS

Vaksin Covid-19: Aspek Keamanan Diuji BPOM, Kehalalan Dikawal MUI

Vaksin Covid-19: Aspek Keamanan Diuji BPOM, Kehalalan Dikawal MUI
Ilustrasi vaksin (Dok Shutterstock)

ASKARA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkomitmen untuk mengawal keamanan, efektivitas dan mutu vaksin Covid-19. Sementara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengawal aspek kehalalannya. 

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap data uji klinik yang sedang dilaksanakan untuk membuktikan keamanan dan khasiat vaksin. 

Proses evaluasi yang dijalankan Badan POM menggunakan standar yang merujuk kepada standar Internasional yakni, Badan Kesehatan Dunia (WHO). 

Ketika vaksin tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (6/12), tim Badan POM telah melakukan verifikasi dokumen dan pemeriksaan kelayakan kondisi suhu penyimpanan selama perjalanan. 

"Hasil pemeriksaan Badan POM saat itu semua dokumen dan nomor Batch sudah sesuai dan suhu penyimpanan selama perjalanan sudah sesuai dengan dipersyaratkan yakni rata-rata di suhu 5oC (persyaratan 2 – 8oC),” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (9/12).

Badan POM, telah melakukan pengambilan sampel dari 1,2 juta vaksin Covid-19 yang telah hadir di Indonesia untuk pengujian mutu di laboratorium P3OMN. 

Sampel tersebut diperlukan untuk penerbitan lot release (pelulusan batch/lot), dengan beberapa parameter untuk lot release termasuk uji potensi, uji kadar antigen, uji toksisitas abnormal dan uji endotoksin.

Tujuan pengujian ini untuk memastikan vaksin mempunyai mutu yang sesuai dengan persyaratan. 

"Badan POM bersama dengan Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI dan juga para pakar akan melakukan evaluasi untuk mendapatkan hasil keputusan persetujuan penggunaan vaksin dengan pertimbangan kemanfaatan lebih besar dari risiko yang ditimbulkan,” terangnya.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Lukmanul Hakim mengatakan, tim MUI bersama PT Bio Farma, Badan POM dan Kementerian kesehatan telah melakukan inspeksi ke fasilitas produksi Sinovac pada bulan Oktober lalu. Untuk melakukan audit aspek kualitas, keamanan, serta kehalalan vaksin.

“Saat ini, MUI masih terus melanjutkan kajian aspek kehalalan penggunaan vaksin Covid-19," beber Lukmanul. Serta mengumpulkan informasi-informasi detail terhadap hasil audit baik aspek quality dan safety, maupun kehalalan dari vaksin tersebut," katanya.

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Bio Farma dan Sinovac untuk mengumpulkan informasi agar dapat segera menuju ke penetapan fatwa kehalalan vaksin. 

“Audit memorandum telah dikirimkan kepada pihak perusahaan terkait dan kami meminta informasi tambahan. Kami berharap agar segera bisa mendapat informasi tambahan tersebut, sehingga penetapan kehalalan dapat dilakukan oleh Komisi Fatwa MUI," tutur Lukmanul Hakim. 

Komentar