Rabu, 02 September 2026 | 14:16
NEWS

Anies Baswedan Sebut Ada Tren Kenaikan Kasus Covid-19 dari Klaster Keluarga

Anies Baswedan Sebut Ada Tren Kenaikan Kasus Covid-19 dari Klaster Keluarga
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tangkapan layar)

ASKARA - Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta masih tinggi, salah satunya melalui klaster keluarga. Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ditemukan sebanyak 5.719 kasus dari klaster keluarga.

 "Secara umum, kita semua melihat adanya tren kenaikan kasus aktif dan temuan kasus baru di Jakarta, khususnya dari klaster keluarga," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dikutip dari media sosial resmi @dkijakarta, Selasa (8/12). 
 
Anies mengatakan, kemunculan klaster keluarga meningkat setelah cuti bersama dan libur panjang di akhir Oktober 2020 lalu. 

Sementara pada 23-29 November 2020, Pemprov DKI menemukan 410 klaster keluarga dengan total 4.052 kasus positif Covid-19.

"Karena itu, kami meminta masyarakat semakin waspada dan disiplin dengan protokol kesehatan," pinta Anies. 

Data Pemprov DKI menunjukkan 42,4 persen kasus positif pada 4 Juni hingga 6 Desember berasal dari klaster keluarga. Detailnya, 58.011 kasus positif covid-19 dari 5.719 klaster.
 
Sebagai perbandingan, klaster perkantoran mencapai 5,7 persen pada periode yang sama. Terdapat 1.477 klaster perkantoran dengan 7.853 kasus positif.
 
Anies terus mengingatkan warga Jakarta untuk menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Juga menjalankan perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS).
 
Sementara itu, kasus konfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta, hingga Senin kemarin (7/12) berjumlah 1.466 sehingga totalnya menjadi 145.427 kasus. 

Komentar