Senin, 08 Juni 2026 | 10:49
NEWS

Masih Banyak Persoalan, Hari AIDS Bukan untuk Dirayakan

Masih Banyak Persoalan, Hari AIDS Bukan untuk Dirayakan
Ilustrasi kepedulian terhadap HIV/AIDS. (Getty Images/iStockphoto)

ASKARA - Hari AIDS Sedunia (HAS) setiap tanggal 1 Desember disebut bukanlah momentum yang pantas untuk dirayakan. 

HAS lebih tepat dijadikan sebuah peringatan bagi semua orang bahwa HIV/AIDS telah merenggut banyak nyawa. Bahkan telah menjadi epidemi yang hingga kini masih mengancam dunia. 

Tidak ada alasan tepat untuk menjadikan HAS sebagai momentum selebrasi.

Direktur Eksekutif Indonesia AIDS Coalition (IAC) Aditya Wardhana mengatakan, saat ini Indonesia masih belum berhasil mengendalikan HIV/AIDS dengan baik.

"Apa yang mau dirayakan? Ketersediaan obat ARV saja masih bermasalah. Belum lagi situasi Covid-19 berdampak luar biasa, termasuk bagi ratusan ribu orang dengan HIV di Indonesia," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (3/12).

Aditya menyayangkan peringatan HAS yang lebih mirip kegiatan hura-hura atau selebrasi ketimbang refleksi tentang banyaknya persoalan HIV/AIDS yang masih harus diatasi.

Terlebih dalam situasi kritis seperti saat ini, pemerintah malah menggelar puncak peringatan HAS 2020 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

"Tingkat penularan HIV di sana tidak setinggi di Papua misalnya. Saya bisa memahami jika kegiatan itu dilakukan di Papua atau di tempat lain yang memang angka kasus HIV-nya tinggi sehingga relevan," kata Aditya.

Senada, Direktur Eksekutif Rumah Cemara Aditia Taslim menyatakan bahwa HAS merupakan momentum bagus untuk kembali melihat situasi yang ada.

"Masih ada ribuan kematian terkait AIDS, ada ratusan ribu orang dengan HIV yang belum mendapat pengobatan. Hal semacam ini yang harusnya jadi refleksi dalam Hari AIDS," jelasnya.

Manajer Advokasi Lentera Anak Pelangi Natasya Sitorus menilai, kegiatan-kegiatan bersifat selebrasi menyakiti perasaan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). 

"Jika anak-anak dengan HIV bisa bersuara tentu mereka juga akan bersuara sama," kata Natasya.

Mereka juga menyoroti penggunaan tema HAS 2020 dari pemerintah yaitu "Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas." 

Mereka menilai, kolaborasi yang berlangsung selama ini belum terjadi dengan sungguh-sungguh. Karena selama ini seringkali diajak bekerja sama atau dilibatkan dalam sebuah kegiatan hanya sebatas menggugurkan kewajiban.

Laporan Kementerian Kesehatan terbaru menunjukkan jumlah kasus HIV dari 2005 sampai 2020 mengalami kenaikan tiap tahunnya. Jumlah kumulatif kasus HIV yang dilaporkan sampai September 2020 sebanyak 409.857. Sementara, jumlah kasus AIDS relatif stabil setiap tahunnya dengan akumulasi hingga Juni 2020 sebanyak 127.873. 

Komentar