Rabu, 22 Juli 2026 | 03:04
COMMUNITY

PPH Atma Jaya Gelar AIDS Week 2025, Tegaskan Semua Berarti dan Punya Tempat

PPH Atma Jaya Gelar AIDS Week 2025, Tegaskan Semua Berarti dan Punya Tempat
Aids Week (Dok PPH UAJ)

ASKARA - Menyambut Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember, Pusat Penelitian HIV AIDS Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (PPH UAJ) kembali menghadirkan AIDS Week 2025, sebuah rangkaian kegiatan reflektif dan edukatif yang berlangsung pada 8-12 Desember 2025. Dengan tema “Semua Berarti, Semua Punya Tempat,” kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah, akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, hingga komunitas yang selama ini berada di garis depan respons HIV.

Demikian keterangan yang diterima Askara beberapa waktu lalu, Senin (8/12).

Di balik rangkaian sesi dan diskusi, AIDS Week 2025 memancarkan pesan bahwa pengetahuan tidak pernah berdiri sendiri. Selama hampir 18 tahun, PPH UAJ belajar bahwa riset bukan hanya milik kampus dan laboratorium; ia tumbuh dari cerita, pengalaman, dan keberanian komunitas akar rumput. Pengetahuan dari berbagi ruang inilah yang mampu menggerakkan perubahan sosial, memperkuat kebijakan, serta memastikan program dan layanan HIV benar-benar berpihak pada yang paling rentan.

Empat hari pertama kegiatan berlangsung secara daring, membentangkan percakapan tentang pencegahan HIV, PrEP, pengobatan dan perawatan, hingga dinamika sosial dan budaya dalam respons HIV di Indonesia. Presentasi dan dialog yang dihadirkan bukan sekadar memaparkan temuan-temuan baru dari riset 2023-2025, tetapi juga membuka ruang untuk mencari pendekatan yang lebih manusiawi, lebih hangat, dan lebih berakar. Seluruh hasil open submission akan dihimpun dalam E-Katalog Penelitian dan Program HIV 2025, yang siap diluncurkan awal tahun depan.

Puncak rangkaian kegiatan akan digelar pada 12 Desember 2025 melalui Memorial Lecture untuk mengenang Prof. Irwanto, Ph.D., sosok yang sepanjang hidupnya meneguhkan bahwa penelitian tidak boleh kehilangan wajah manusia. Di Kampus Semanggi, secara hybrid, Nani Nurrachman Sutoyo akan menyampaikan paparan utama, disusul refleksi lima tokoh yang meneruskan nilai-nilai Prof. Irwanto dalam isu perlindungan anak, disabilitas, pendampingan kelompok marjinal, kesehatan inklusif, serta penanganan kekerasan dan trauma.

Dalam suasana yang merekatkan nurani, PPH UAJ berharap AIDS Week 2025 menjadi jembatan yang menghubungkan pengetahuan, kebijakan, dan kerja-kerja komunitas. Sebuah ajakan agar semua pihak, tanpa kecuali, terus menyalakan semangat peduli, inklusif, dan berpihak pada mereka yang paling membutuhkan ruang.

Pendaftaran kegiatan dapat diakses melalui:

http://s.id/daftar_aids

http://s.id/irwanto-lecture

Komentar