Kamis, 04 Juni 2026 | 06:50
NEWS

OPM Tolak Klaim Benny Wenda Soal Negara Papua Barat

OPM Tolak Klaim Benny Wenda Soal Negara Papua Barat
Ilustrasi. (Spectator)

ASKARA - Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengambil sikap setelah pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda mendeklarasikan pemerintahan sementara Papua Barat. 

Atas nama Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Sebby dari manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mengeluarkan pernyataan tegas agar menjadi perhatian oleh semua pihak. 

Sebby menjabarkan, pertama klaim Benny Wenda sebagai presiden sementara Negara Republic Papua Barat adalah kegagalan ULMWP dan Benny Wenda sendiri. 

Kedua, TPNPB-OPM tidak mengakui klaim Benny Wenda karena Benny Wenda melakukan deklarasi dan mengumumkan pemerintahannya di negara asing yang tidak mempunyai legitimasi mayoritas rakyat Papua, dan juga di luar dari wilayah hukum revolusi. 

Ketiga, TPNPB-OPM tidak bisa mengakui klaim Benny Wenda karena Benny Wenda adalah warga negara Inggris, dan menurut hukum international warga negara asing tidak bisa menjadi presiden Republik Papua Barat. 

Kemudian, TPNPB-OPM tidak mengakui dan tidak akan berkompromi dengan Benny Wenda, mengingat Benny Wenda melakukan deklarasi negara Papua Barat dan berkantor di Inggris yang bukan merupakan daerah revolusi. 

Berdasarkan poin-poin tersebut maka TPNPB-OPM menolak klaim Benny Wenda. Menurut Sebby, klaim Benny Wenda tidak akan menguntungkan keinginan rakyat Papua untuk merdeka dari Republik Indonesia.

"Mulai hari Rabu 2 Desember 2020 kami dari manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM mengumumkan mosi tidak percaya kepada Benny Wenda," kata Sebby seperti dilansir Cepos Online. 

"Karena jelas-jelas Benny Wenda merusak persatuan dalam perjuangan bangsa Papua. Selain itu diketahui bahwa Benny Wenda kerja kepentingan kapitasi asing Uni Eropa, Amerika dan Australia. Dan hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip revolusi untuk kemerdekaan bagi bangsa Papua," tegasnya. (jpnn)

Komentar