Rabu, 25 November 2020 | 14:42
NEWS

Timbulkan Kegaduhan, Warga Solo Tolak Tegas Rizieq Shihab

Timbulkan Kegaduhan, Warga Solo Tolak Tegas Rizieq Shihab
Petinggi FPI Rizieq Shihab. (Bbc/Getty Images)

ASKARA - Tidak mau terjadi kegaduhan di tanah Solo, sejumlah orang yang menamakan Aliansi Warga Kota Solo melakukan aksi damai menolak Rizieq Shihab di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Sabtu (21/11). 

Namun, karena aksi damai itu tidak mendapat izin dan tanpa melakukan pemberitahuan kepada pihak kepolisian, Polresta Surakarta pun turun tangan. Petugas kepolisian yang datang langsung meminta warga yang mengikuti aksi damai tersebut untuk membubarkan diri. 

"Kami membubarkan kegiatan unjuk rasa ini sebab pengumpulan massa sangat rentan menyebarkan virus Covid-19," kata Kepala Polresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak.

Dia mengatakan, penertiban tersebut tidak lepas dari realita bahwa akhir-akhir ini angka persebaran Covid-19 makin tinggi, termasuk juga di Kota Solo. 

"Oleh karena itu, kami berupaya mencegah kerumunan semacam ini. Sama-sama untuk menjaga, sebab keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi," jelas Kombes Ade Safri. 

Sementara itu, Koordinator Aksi Damai Aliansi Warga Kota Solo Kusumo Putro mengatakan, penolakan tersebut dilakukan karena tidak ingin terjadi kegaduhan di Solo akibat kegiatan yang melibatkan pimpinan FPI Rizieq Shihab.

"Selama ini kami lihat HRS menimbulkan kegaduhan. Oleh karena itu, kami juga punya hak melindungi kota kami. Kami tidak anti habib dan anti ormas. Kami hanya anti provokasi yang memecah kami," jelasnya. 

Terkait pembubaran aksi damai, Kusumo menghargai kepolisian meskipun masih banyak hal ingin disampaikan kepada masyarakat.

"Namun karena dibubarkan, kami mematuhinya. Yang penting pernyataan sikap kami sudah tersampaikan ke publik," katanya. (jpnn/ant)

Komentar