Rabu, 25 November 2020 | 15:18
NEWS

Sejumlah Rumah Rusak Tertimpa Longsor di Cikidang

Sejumlah Rumah Rusak Tertimpa Longsor di Cikidang
(Sukabumiupdate/Ist)

ASKARA - Tanah longsor terjadi di Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (21/11). 

Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya tiga rumah mengalami kerusakan.

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan, laporan petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cikidang, longsor terjadi pukul 15.30 WIB di dua kampung yakni Kampung Cikajang dan Cipicung.

"Telah terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi dan lama hingga menyebabkan terjadinya longsor yang mengakibatkan tiga unit rumah permanen rusak sedang dan rusak ringan," jelasnya.

Kerusakan rumah yang terjadi pada bagian dinding jebol. Belum ditemukan adanya korban jiwa dan kerugian masih dalam penghitungan. Saat ini bantuan yang diperlukan adalah bronjong dan tanggap darurat.

"Setelah mendapat laporan dari warga setempat langsung melakukan koordinasi dengan pihak muspika dan pihak desa setempat," kata Daeng Sutisna. 

Namun begitu, warga yang rumahnya tertimpa longsor tidak mengungsi karena masih bisa menempati bagian bangunan yang tidak rusak.

"Korban masih tinggal di rumah mereka. Yang jebol hanya bagian rumah, ada yang dapur, ada yang kamar, jadi bangunan lain masih bisa ditempati. Mereka tidak menggungsi, masih bertahan di rumah masing-masing," jelas Kepala Desa Pangkalan Usep Saepulrohman.

Pemdes Pangkalan mencatat ada empat kepala keluarga yang terdampak longsor dan luapan Sungai Cikidang di Kampung Cikanjang dan Cipicung.

"Warga langsung bergotong-royong memperbaiki tebing yang longsor agar tidak menimbulkan ancaman lainnya. Kami juga sudah laporan ke pemda dan unsur muspika," kata Usep.

Longsor terjadi saat kawasan Cikidang dilanda hujan deras sejak pukul 14.00 WIB. Sejumlah sungai dan selokan meluap akibat tingginya debit air hujan.

"Kami sudah meminta untuk warga yang tinggal di bataran sungai untuk selalu waspada, apalagi curah hujan diprediksi masih tinggi," pungkas Usep seperti diwartakan Sukabumiupdate.

Komentar