Fadli Zon: Apa Salahnya Prajurit TNI Simpati Atas Kedatangan Habib Rizieq
ASKARA - Anggota DPR RI Fadli Zon meminta prajurit TNI AU yang ikut menyambut kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia dari Arab Saudi, tidak dijatuhi sanksi.
Menurutnya, penyambutan dari prajurit TNI terhadap Rizieq Shihab merupakan hal yang wajar sebagai bentuk simpati. Karena Rizieq telah berada cukup lama di Arab Saudi.
"Apa salahnya kalau ada prajurit TNI simpati atas kedatangan ulama besar Habib Rizieq Shihab dari Saudi Arabia setelah 3,5 tahun?" kata Fadli Zon dalam akun Twitter miliknya, Kamis (12/11).
Politikus Gerindra itu juga meminta agar prajurit yang menyambut kedatangan Rizieq tidak diperlakukan seperti seorang kriminal. Karena selama ini TNI selalu bersikap baik terjadap tokoh agama.
"TNI selalu baik dengan ulama, kyai, habaib dan tokoh-tokoh agama. Jangan perlakukan prajurit tersebut seperti kriminal," ucap mantan Wakil Ketua DPR itu.
Sebelumnya, beredar video memperlihatkan seorang prajurit TNI menyanyikan lagu penyambutan dan bentuk dukungan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjadi viral di media sosial.
Prajurit TNI itu diketahui berinisial BDS, dia menurunkan maskernya sebelum memulai bernyanyi. Suara nyanyian tersebut terdengar merdu. Kemudian diakhirnya dengan salam komando.
"Marhaban pemimpin FPI Allah..Allah. Disambut prajurit TNI Allah…Allah, Marhaban ahlan wa sahlan… Marbahan Habib Rizieq Syihab. Takbir!!! Allahu Akbar,” demikian nyanyian prajurit TNI AU dengan mengepal tangan kanannya dikutip dari akun @digeeembokFC.
Kadispen TNI AU (Kadispenau) Marsma Fajar Adriyanto mengatakan bahwa POM TNI AU (Pomau) sedang melakukan penyelidikan terhadap Serka BDS untuk mengetahui tujuan dari perbuatanya tersebut.
"Masih didalami apa maksud di dalamnya, apa tujuannya apakah dia mengerti. Sedang didalami ya, belum ada keputusan," ujarnya kepada Askara melalui sambungan telepon, Kamis (12/11).

Komentar