Perketat Pengawasan, Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Amankan 27 PMI Ilegal
ASKARA - Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas mengamankan 27 Pekerja Migran Indonesia yang melewati hutan atau jalur tidak resmi.
Sebanyak 16 orang diamankan saat melewati sisi kiri luar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong dan 11 orang melewati jalur sektor Pos Segumun, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat pada Selasa (10/11).
Para PMI non prosedural tersebut masuk secara berkelompok dan tidak memiliki dokumen resmi perjalanan ke luar negeri. Seluruh PMI diamankan oleh anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas yang sedang melaksanakan patroli di sektor Pos Kotis Entikong.
Pengetatan pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi di perbatasan RI-Malaysia terus dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas dalam mencegah adanya kegiatan dan lalu lintas barang maupun orang secara ilegal. Hal ini semakin diintensifkan sehubungan dengan mewabahnya Covid-19.
Menurut pengakuan dari mereka, selama di Malaysia bekerja secara ilegal di perkebunan sawit. Kebijakan lockdown yang diberlakukan pemerintah Malaysia dan tidak adanya pekerjaan lagi di Negeri Jiran mengharuskan mereka kembali ke Indonesia.
Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas memastikan semua WNI yang masuk ke tanah air dari Malaysia harus melalui rangkaian pemeriksaan protokol kesehatan Covid-19 di PLBN Entikong. Bersama petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk wilayah kerja Entikong, para PMI tersebut dilakukan prosedur protokol kesehatan seperti penyemprotan barang bawaan, mencuci tangan, pemeriksaan tanda vital mulai dari suhu badan, tekanan darah hingga saturasi oksigen. Dilanjutkan rapid test dan wawancara riwayat kesehatan. Setelah hasil rapid test dinyatakan non reaktif, mereka menerima surat keterangan kesehatan.
Sebelum melanjutkan perjalanannya, pihak Imigrasi Entikong mendata dan mewawancarai para WNI tersebut tentang riwayat perjalanan dan barang bawaan mereka diperiksa oleh Kantor Bea dan Cukai Entikong.
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa menjelaskan bahwa 27 PMI non prosedural tersebut saat setelah diamankan wajib mengikuti rangkaian pemeriksaan.
"Semuanya yang masuk dari Malaysia akan kita arahkan untuk melewati rangkaian pemeriksaan kesehatan, imigrasi dan bea cukai," jelasnya, Rabu (11/11).
Letkol Inf Alim Mustofa juga menyampaikan, untuk mengurangi resiko terpapar Covid-19, Satgas Yonif 642/Kapuas telah melengkapi anggota dengan alat pelindung diri berupa face shield, sarung tangan dan masker.
"Alat pendeteksi suhu tubuh non kontak atau thermo gun juga dibekalkan kepada anggota yang berjaga di jalur-jalur tidak resmi," katanya.

Komentar