Kerumunan Pendukung Rizieq Shihab Saling Membahayakan Nyawa
ASKARA - Kerumunan massa pendukung pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab berpotensi membahayakan nyawa mereka maupun orang lain karena tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
"Kelalaian terhadap penerapan protokol kesehatan dapat membahayakan nyawa manusia. Tidak hanya diri kita tapi juga juga keluarga kita di rumah dan orang-orang di sekitar kita," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (10/11).
Rizieq Shihab pulang ke Indonesia Selasa pagi setelah 3,5 tahun menetap di Arab Saudi. Ia disambut ribuan pendukungnya di Bandara Soekarno-Hatta.
"Saya imbau bagi seluruh elemen masyarakat agar memiliki kepedulian bahwa kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Virus ini tidak terlihat sehingga tidak semua orang punya gejala meski telah terkena," jelas Prof. Wiku.
Rizieq Shihab menumpang pesawat Saudi Arabian Airlines sedangkan massa pendukungnya sudah memenuhi Bandara Soetta sejak Selasa dini hari.
"Jadi, masyarakat harus terus mengikuti protokol 3 M. Kerumunan menyulitkan kita untuk menjaga jarak ditambah jika tidak menggunakan masker tentu meningkatkan risiko lebih besar lagi," kata Prof. Wiku.
Para penjemput Rizieq Shihab mengenakan pakaian serba putih dan banyak di antara mereka tidak memakai masker serta sama sekali tidak menjaga jarak.
Keramaian tersebut juga membuat lalu lintas Tol Bandara Soetta tidak bergerak sejak sekitar pukul 05.00 WIB sampai siang hari.
Selain kerumunan di bandara, massa tanpa mengikuti protokol kesehatan juga terpantau di rumah Rizieq Shihab sekaligus Markas FPI di Petamburan, Tanah Abang.
Kedatangan Rizieq Shihab disambut dengan tahlil, selawatan dan doa bersama. Selanjutnya Rizieq Shihab berceramah di depan para pendukungnya yang tidak menggunakan masker dan duduk saling berdekatan tanpa menjaga jarak. (ant)

Komentar