Selasa, 09 Juni 2026 | 15:23
NEWS

Indonesia Diprediksi Bakal Kebanjiran Investasi dari AS

Indonesia Diprediksi Bakal Kebanjiran Investasi dari AS
Ilustrasi. (Antara)

ASKARA - Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 sudah dimulai Selasa (3/11) waktu setempat. Calon presiden Donald Trump dan Joe Biden memiliki harapan dan keyakinan menang besar.

Pilpres AS dinilai sangat mempengaruhi kondisi perekonomian dunia terlebih Indonesia.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, Biden lebih berpengalaman menjalin hubungan multilateral yang produktif pada era Obama. Jika Biden terpilih diperkirakan tensi perang dagang akan menurun.

"Di sisi lain kebijakan stimulus ekonomi di Partai Demokrat akan lebih besar untuk mendorong pemulihan daya beli kelas menengah di AS," kata Bhima, Rabu (4/11).

Terkait dengan dampak ke pasar keuangan, Biden akan memberikan angin segar ke arus modal asing jika terpilih. Investor AS yang selama ini bermain aman dengan membeli emas, dolar AS dan Yen atau safe haven mulai berani masuk ke emerging market. Salah satu yang akan diincar pastinya obligasi pemerintah Indonesia karena menawarkan bunga yang tinggi kepada investor.

"Dari segi FDI (Foreign Direct Investment) atau investasi asing langsung AS diprediksi semakin masuk ke Indonesia jika normalisasi hubungan dagang berhasil," tutur Bhima.

Sementara itu, Ekonom Makro Ekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penelitian Ekonomi Manajemen (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teuku Rifky menilai, sejauh ini dampak langsung dari pemlihan presiden AS terhadap perekonomian AS masih sulit dilihat.

"Kalau dilihat secara fundamental masih agak sulit mengukur dampak dari pemilu AS kali ini terutama terhadap perekonomian Indonesia," ujarnya.

Kendati demikian, Teuku Rifky meyakini apabila nantinya Donald Trump kembali terpilih, perekonomian secara global akan kembali dihadapkan kepada ketidakpastian kebijakan dari Negeri Paman Sam.

"Kita sudah melihat bagaimana Trump di masa pertama kepemimpinannya di mana penuh kontroversi dan ketidakpastian," ujarnya.

Menurutnya, Biden memiliki potensi yang lebih besar untuk memberikan sentimen positif terhadap perekonomian global ke depan, termasuk Indonesia. Pasalnya, Biden disebut tidak akan memberikan ketidakpastian layaknya Trump lakukan dalam periode kepemimpinannya.

Teuku Rifky menilai, Biden akan meregangkan kebijakan proteksionis yang selama ini dilaksanakan Trump, dengan cara meredam tensi geopolitik dengan berbagai negara maupun organisasi internasional.

"Tentunya ini semua tidak pasti," katanya.

Namun, dia meyakini dengan proyeksi-proyeksi kebijakan yang akan dikeluarkan Biden, perekonomian ke depan diyakini menjadi lebih baik.

"Biden dirasa akan lebih membawa kestabilan dan menurunkan ketidakpastian di pasar global akibat dampak pengaruh politik AS yang besar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia," jelas Teuku Rifky. (industry)

Komentar